iklan HUT R!

APDESI Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Percepat Pengentasan Kemiskinan

APDESI Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Percepat Pengentasan Kemiskinan

Proses pengukuhan Pengurus DPP PAPDESI masa bakti 2026-2031 di Pendopo Ronggo Djumeno, Kabupaten Madiun.--

MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah pusat mendorong Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan kolaborasi, Kamis 13 Agustus 2026.

Salah satu strategi yang didorong ialah memperkuat kolaborasi antara aparatur desa, petani, pelaku UMKM, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Mini kidi--

Dorongan tersebut disampaikan dalam pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAPDESI masa bakti 2026-2031 yang digelar di Pendopo Ronggo Djumeno, Kabupaten Madiun.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengukuhkan jajaran DPP PAPDESI secara virtual.

BACA JUGA:PAPDESI Malang Usung Tambahan Dana Desa pada Seminar Madiun

Dalam sambutannya, Yandri mengapresiasi kekompakan dan kerja PAPDESI serta meminta organisasi tersebut ikut mengawal berbagai program pemerintah pusat.

Menurut Yandri, KDKMP merupakan salah satu instrumen penting untuk membangun ekosistem ekonomi dari desa.

Koperasi tersebut diharapkan dapat terhubung dengan potensi ekonomi lokal, termasuk BUMDes, desa wisata, desa ekspor, ketahanan pangan, hingga program MBG.

“Program-program ini tidak tumpang tindih, tidak saling meniadakan, tetapi justru saling menguatkan dan memberikan kontribusi terbaik bagi desa-desa di Indonesia,” ujar Yandri dalam sambutannya.

BACA JUGA:Bank Jatim dan Kemendes PDT RI Teken Kerja Sama Perkuat Ekonomi Desa

Senada diucapkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.

Ia mengatakan PAPDESI sedianya dapat menjadi jembatan antara masyarakat desa sebagai produsen dengan berbagai program pemerintah.

Artinya, program MBG tidak cukup hanya dilihat dari sisi pemberian makanan bergizi kepada penerima manfaat, melainkan program tersebut juga harus mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa.

Sumber: