iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Gus Fawait Tegaskan Hasil Tani Jember Harus Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Keluarga

Gus Fawait Tegaskan Hasil Tani Jember Harus Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Keluarga

Gus Fawait bersama pengurus HKTI Jember usai pelantikan 31 PAC HKTI se-Kabupaten Jember.--

JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID -  Produktivitas padi di Kabupaten Jember perlahan tapi pasti merangkak naik. Setelah sempat berada di peringkat empat atau lima, kini Jember berhasil menembus posisi tiga besar daerah penghasil pangan utama. Namun bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, keberhasilan di atas kertas ini tak boleh berhenti pada deretan angka panen semata, kesejahteraan para petani dan keluarganya harus menjadi inti dari setiap capaian.

​Langkah nyata penguatan sektor pertanian tersebut dirajut lewat kolaborasi erat bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa kebangkitan kejayaan pertanian Jember membutuhkan gotong royong seluruh elemen, mulai dari organisasi petani, kelompok tani, hingga para penyuluh di lapangan.

BACA JUGA:Gus Fawait Ingatkan Kader Muda Belajar Berorganisasi Demi Bela Wong Cilik

​“Kami berharap kolaborasi Pemkab Jember dengan HKTI bisa membuat sektor ini semakin kuat. Termasuk bagaimana kita bersama-sama mengawal dan mengakes program dari pemerintah pusat maupun provinsi,” ujar Bupati Fawait usai menghadiri pelantikan 31 Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI se-Kabupaten Jember periode 2026–2031 di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu 3 Oktober 2026 malam.


Mini kidi--

​Acara pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD HKTI Jawa Timur, H. Arum Sabil, tersebut menjadi momentum penting untuk memperkokoh kelembagaan hingga tingkat akar rumput. Dengan terbentuknya kepengurusan di tingkat kecamatan, jeritan hati dan aspirasi para petani di desa diharapkan bisa lebih cepat terdengar dan ditindaklanjuti.

BACA JUGA:Lantik Pejabat Baru, Gus Fawait Targetkan Layanan Kesehatan Bebas Biaya Jember Naik Dua Kali Lipat

​Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini mengungkapkan, perhatian mendalam pemerintah terhadap nasib petani diwujudkan melalui alokasi anggaran yang menembus angka lebih dari Rp300 miliar sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

​Bagi Gus Fawait, ukuran keberhasilan pembangunan pertanian yang sejati adalah ketika anak dan istri para petani dapat merasakan manfaat langsung berupa kualitas hidup yang lebih layak.

BACA JUGA:Gus Fawait Serap Aspirasi Pedagang Pasar Tanjung Jember

​“Pertanian tidak cukup hanya berbicara tentang berapa ton produksi padi yang dihasilkan, tetapi bagaimana petani beserta keluarganya bisa tersenyum, mendapatkan jaminan kesehatan, dan kualitas hidup yang jauh lebih baik,” tegasnya hangat.

​Sentuhan kepedulian tersebut diintegrasikan Pemkab Jember lewat berbagai program sosial lintas sektor. Di bidang kesehatan, petani dan keluarganya dilindungi program UHC Prioritas dan layanan Home Care, serta penyediaan Mobil Cinta. Sementara di bidang pendidikan, Pemkab menyiapkan beasiswa bagi anak-anak petani serta membenahi sarana sekolah di kawasan pedesaan agar mereka memiliki masa depan yang lebih cerah.


Gempur Rokok Illegal--

​“Kami berharap pengurus HKTI ikut mengawal program-program ini, memastikan setiap manfaatnya benar-benar sampai ke tangan masyarakat petani,” tambahnya.

Sumber: