iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Hanung Bramantyo Bawa Misteri 1964 ke Layar Lebar, ‘Lobang Buaya’ Tayang di Madiun

Hanung Bramantyo Bawa Misteri 1964 ke Layar Lebar, ‘Lobang Buaya’ Tayang di Madiun

Hanung Bramantyo dan Carissa Perusset saat konferensi pers film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah di Suncity Madiun XXI--

MADIUN, MEMORANDUM.CO.ID – Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah karya sutradara Hanung Bramantyo diputar di Suncity Madiun XXI, 3 Oktober 2026. Film horor mister yang dibintangi Baskara Mahendra dan Carissa Perusset ini mengambil latar Indonesia pada 1964, setahun sebelum Gerakan 30 September 1965.

Hanung mengatakan, Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah menceritakan tentang serangkaian pembunuhan misterius yang terjadi di Desa Lobang Buaya pada 1964. Para korban merupakan tokoh desa yang ditemukan tewas dengan kondisi punggung berlubang.

BACA JUGA:Sinopsis Ghosthing, Film Horor Komedi Baskara Mahendra Ungkap Misteri Kematian Influencer


Mini kidi--

Letnan Soegeng yang diperankan Baskara Mahendra diceritakan sebagai seorang perwira militer yang baru menikah. Dia ditugaskan untuk mencari tahu siapa dalang di balik pembunuhan tersebut. Penyelidikannya berlangsung ketika ketegangan sosial-politik dan kecurigaan antarwarga.

Di tengah gejolak politik dan ketegangan sosial masa itu, Soegeng juga menghadapi masalah lain. Istrinya, Arum Wangi yang diperankan Carissa Perusset mengalami teror mistis serta gangguan dari arwah perempuan berbaju ronggeng yang terus meminta agar tubuhnya dikembalikan.

BACA JUGA:Hasut, Film Horor Psikologis Rachel Amanda Tayang 8 Oktober 2026

Ketika arwah tersebut memanggil Arum dengan sebutan Ronggeng, Soegeng menyadari bahwa gangguan yang dialami istrinya berkaitan dengan kasus pembunuhan di desa.

Penyelidikan Soegeng kemudian mengarah pada konspirasi dan ritual gelap yang perlahan membuka jalan menuju salah satu peristiwa politik kelam dalam sejarah Indonesia.

BACA JUGA:Sinopsis Rengkuh, Film Supernatural tentang Teror dan Misteri Pembunuhan yang Menghantui Keluarga

Hanung mengakui bahwa film ini awalnya digagas sebagai adaptasi sejarah mengenai peristiwa 1965. Namun, Hanung kemudian mengubah konsepnya menjadi fiksi horor misteri yang mengambil latar sosial-politik tahun 1964.

Meski mengadaptasi peristiwa 1965, Hanung menegaskan bahwa film ini bukan remake dari Pengkhianatan G30S/PKI.

‘’Saya kepingin banget membuat film dokudrama (drama dokumenter). Tapi ternyata dengan tema 1965, banyak sekali teman-teman saya yang membuat film itu trailer-nya enggak boleh tayang,’’ ungkapnya saat wawancara di Suncity Madiun XXI, Sabtu, 3 Oktober 2026.

BACA JUGA:Warga Rusun 609: Sinopsis Film Horor Komedi, Arwah Bunga Bikin Penghuni Rusun Kacau

Sumber:

Berita Terkait