Kemarau Bikin Jember Membara, Kebakaran Melonjak Drastis Capai 219 Kejadian Akibat Kecerobohan Bakar Sampah
Penanganan Kebakaran Yang Dilakukan Petugas Damkarmat Jember di Beberapa Titik Lokasi Kejadian.--
JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Baru dua hari memasuki bulan Oktober 2026, teror si jago merah sudah kembali melanda Kabupaten Jember. Sebanyak lima peristiwa kebakaran hebat meletus berturut-turut, mempertegas ancaman bencana kebakaran yang kini berada pada titik paling mengkhawatirkan sepanjang tahun.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Jember mencatat, rentetan kejadian di awal Oktober ini terjadi tepat setelah September memecahkan rekor sebagai bulan paling "membara" sepanjang tahun 2026.
BACA JUGA:Musim Kemarau, 23 Kebakaran Hebat Sudah Melanda dalam Sebulan
Kondisi cuaca panas terik yang dipadukan dengan hembusan angin kencang menjadi kombinasi mematikan. Dedaunan, semak, dan vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang berubah menjadi bahan bakar alami yang siap meledak hanya karena percikan kecil.

Mini kidi--
Humas dan Call Center UPT Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Jember, Slamet Sugiyanto, membunyikan alarm kewaspadaan tinggi. Ia mendesak masyarakat untuk menghentikan kebiasaan ceroboh saat berhubungan dengan api, terutama aktivitas pembakaran sampah di luar ruangan.
“Baru dua hari memasuki Oktober, sudah ada lima kejadian. Karena itu, kami terus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati,” ujar Slamet saat dikonfirmasi di Jember, Minggu 4 Oktober 2026.
BACA JUGA:BPBD Jember Gercep Hadir dan Beri Bantuan kepada Korban Kebakaran
Slamet menyoroti kebiasaan fatal warga yang kerap membakar sampah lalu meninggalkannya begitu saja tanpa memastikan api telah benar-benar padam. Api kecil yang dikira mati, kerap kali menyimpan bara mematikan yang siap disapu angin mengencang dan menyambar material kering di sekitarnya.
“Awalnya kebanyakan dari bakar sampah. Setelah membakar, orangnya pergi begitu saja dan meninggalkan api,” ungkapnya prihatin.
Dampaknya tidak main-main. Amukan si jago merah dengan cepat merambat dari tumpukan sampah ke lahan kosong, rumpun bambu, kawasan gumuk, hingga menjangkau bibir permukiman warga. Sepanjang September lalu, sekitar 85 persen musibah kebakaran yang ditangani Damkar terfokus pada kawasan lahan bervegetasi bambu dan area gumuk.

Gempur Rokok Illegal--
Sementara itu, dugaan pembakaran liar yang sengaja dilakukan untuk pembersihan lahan diperkirakan menyumbang sekitar dua persen dari total kejadian.
“Kalau memang harus membakar, pastikan tetap diawasi sampai benar-benar padam. Jangan pernah menyepelekan api kecil, karena ketika sudah membesar, penanganannya jauh lebih sulit dan ancamannya langsung mengintai keselamatan lingkungan sekitar,” tegas Slamet.
Sumber:








