Berusia 193 Tahun, Masjid Al Mukhlisin Jadi Pusat Penyebaran Islam di Kota Batu Sejak Masa Pangeran Diponegoro

Berusia 193 Tahun, Masjid Al Mukhlisin Jadi Pusat Penyebaran Islam di Kota Batu Sejak Masa Pangeran Diponegoro

Masjid Al Mukhlisin -Biro Malang-

BATU, MEMORANDUM - Masjid Al Mukhlisin yang berada di Jalan Lahor, Dusun Macari, merupakan Masjid tertua di Kota Batu. Masjid tersebut dibangun pada masa Perang Diponegoro diperkirakan pada 1831 Masehi sehingga 2024 ini berusia 193 tahun.

Dilihat dari struktur bangunannya, berdasarkan informasi dari masyarakat setempat. Dulunya, masjid tersebut berbentuk joglo seperti yang berada di Demak.

Maka, dari keberadaan masjid Al Mukhlisin tersebut diyakini oleh masyarakat bahwa Dusun Macari menjadi salah satu jejak peninggalan peradaban Islam yang masih ada hingga kini.

Menurut keterangan Ketua Takmir Masjid Al-Mukhlisin, Choirul Anam, bahwa renovasi atas masjid itu sebanyak empat kali. Dan, renovasi kali pertama dilakukan pada 1950, lalu 1975, 1996 hingga terakhir pada 2014 dan bertahan sampai sekarang.

BACA JUGA:Catatan Bersama Dahlan Iskan ke Tanah Suci (9) - Pesona Masjid Quba

"Renovasi total dilakukan pada tahap ketiga (1996). Yang masih dipertahankan. Seperti bangunan pilar hingga cekungan mihrab kuno (ruangan imam, red). Meski takmir masjid telah membuat mihrab baru yang lebih luas," terangnya, Kamis 28 Maret 2024.

Choirul menuturkan sejumlah kisah menarik pada saat renovasi tahun 1996 itu. Saat warga memotong salah satu kayu jati yang digunakan sebagai pilar bangunan, terdapat seikat batang lidi ditanam di dalamnya.

Bahkan, tidak ada yang tahu maksud dan tujuan batang lidi itu ditanam. Namun warga percaya penanaman batang lidi itu memiliki makna filosofis dan spiritual tersendiri.

”Meski begitu, kami sepakat tiang penyangga dari kayu jati semula itu diganti dengan pilar cor. Namun batang lidi itu kami kembalikan, ditanam lagi,” ujar Choirul.

BACA JUGA:Ngaji Poso di Masjid Sayyid Abbas di Keputran Kejambon, Ajarkan Siswa TK Tebar Takjil

Selain itu, jejak masa lampau yang bisa dijumpai di Masjid Al-Mukhkisin adalah roda tank. Peninggalan roda tank ini juga tak lepas dari sejarah panjang penjajahan Belanda yang juga merambah di Kota Batu.

Di sisi lain Dusun Macari inilah, diyakini menjadi salah satu basis komando pasukan santri saat Agresi Militer ke-2. Dan, Pangeran Diponegoro telah mengutus para muridnya untuk menyebar ke seluruh penjuru Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Juga dikisahkan bahwa masjid Al Mukhlisin dibangun oleh KH Zakaria. Salah satu murid Pangeran Diponegoro.
Sejumlah sumber menyebutkan, Pangeran Diponegoro mengutus muridnya untuk menyebar ke seluruh penjuru Jawa. Titah itu ditujukan untuk syiar dakwah. Dusun Macari di Kota Batu menjadi daerah yang dipilih KH Zakaria untuk membangun masjid dan pesantren.(put)

Sumber: