Mesin Pengering Overheat, Usaha Laundry Simo Tambaan Ludes Dilalap Api

Mesin Pengering Overheat, Usaha Laundry Simo Tambaan Ludes Dilalap Api

Petugas Damkar Kota Surabaya melakukan pembasahan memastikan situasi kondusif--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Kebakaran hebat terjadi di sebuah tempat usaha laundri PT Clean Laundry Jalan Simo Tambaan II, Simomulyo, Senin 24 Februari 2025, sekitar pukul 07.59. Api membakar habis bangunan seluas 15 x 20 meter itu.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kendati begitu, pemilik usaha mengalami kerugian diduga mencapai ratusan juta.

BACA JUGA:Atasi Kebakaran di Surabaya, Komisi B Soroti Standar Keselamatan Gedung dan Optimalisasi Alat Damkar


Mini Kidi--

Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Wasis Sutikno mengatakan, dari keterangan karyawan pukul 07.30, tetiba di mesin pengering mengeluarkan asap dan muncul api besar. Api lalu menjalar melalui pipa tungku uap di bagian glasswooll.

Titik api berasal dari lantai 1, menjalar ke lantai 2 terdapat penyimpanan berbahan plastik. "Karyawan sempat memadamkan menggunakan Apar ukuran 6 kilogram, 3 buah namun tidak bisa (padam)," ujarnya, Senin 24 Februari 2025, siang.

BACA JUGA:Kebakaran di Babatan Wiyung, 10 Rumah Bedeng Ludes Dilalap Api

Wasis menyebut, sebanyak 19 Unit Tempur dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kebakaran. Usai dilakukan pemadaman selama 21 menit api pokok padam. Petugas melakukan pembasahan hingga selesai.

Sementara lokasi kondusif pukul 09.25. "Luas keseluruhan bangunan 16 x 60 meter. Yang terbakar 15 x 20 meter. Objek yang terbakar gudang dipakai usaha laundri  besar," tegas dia.

Pihaknya menyebutkan diduga penyebab kebakaran dari uap panas tungku mesin pengering.

BACA JUGA:Kebakaran Hebat Landa Krembangan, Enam Rumah Hangus

Sementara Kapolsek Sukomanunggal Kompol Zainur Rofik menjelaskan, awalnya api memang dipadamkan oleh karyawan menggunakan Apar. Namun tidak mampu kemudian api merembet dan membesar membakar tempat usaha laundri. 

"Korban luka dan korban jiwa nggak ada. Kerugian materi diduga mencapai ratusan juta rupiah, kan yang terbakar alat-alatnya mahal," terang Rofik.

Ia menuturkan terkait penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Pihaknya masih menunggu dari hasil pemeriksaan Tim Labfor. "Penyebannya nunggu dari Labfor. Yang terbakar tempat usaha laundri lantai satu dan lantai dua," pungkas dia.(fdn)

Sumber: