3 Anak Pelaku Pencurian Motor di Gresik Dibawa ke Balai Pemasyarakatan Surabaya

3 Anak Pelaku Pencurian Motor di Gresik Dibawa ke Balai Pemasyarakatan Surabaya

Para bocah diketahui telah beraksi di empat TKP yang berbeda. --

Lebih lanjut, Ernawati menjelaskan, kebiasaan mencuri para ABH itu disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga.

“Ekonomi keluarga kurang mampu, karena setelah mencuri motor kemudian motor dijual lalu hasil dari penjualan tersebut dipakai untuk bermain di time zone di Mall dan beli jajan,” ungkapnya.

Selain itu, pola asuh keras orang tua juga menjadi faktor pemicu kebiasaan ABH. Apalagi, ketiga ABH berasal dari keluarga kurang harmonis dan diasuh bukan oleh orang tua kandung masing-masing.

“Pola asuh yang keras dan tidak ada peran ibu di keluarga (ayah dan ibu telah bercerai) juga menjadi pemicunya,” tandasnya. 

BACA JUGA:Sat Set, Polisi di Gresik Bekuk 3 Pelaku Pencurian Warkop

Terpisah, Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif mengingatkan bahwa kasus yang melibatkan ABH harus mengutamakan kepentingan anak.

"Kami tegaskan bahwa dalam setiap kasus yang melibatkan anak, kepentingan terbaik bagi anak harus selalu diutamakan,” kata Alif.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al Qarni mengatakan pihaknya masih mendalami kasus. Polisi akan terus menggali informasi seandainya para ABH bertindak atas perintah orang lain. 

“Saat ini sedang kami kembangkan untuk mencari tahu apakah ada keterlibatan orang dewasa atau inisiatif sendiri,” tutur AKP Abid. (rez)

Sumber: