BACA JUGA:Buronan Narkotika Andri Gendro Berhasil Ditangkap Tim Tabur Kejari Lamongan
Selain itu, struktur dermaga pelabuhan juga ditemukan mengalami keretakan di sejumlah titik, menimbulkan dugaan bahwa mutu konstruksi tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan.
Pelapor juga menuding adanya dugaan kongkalikong dalam proses tender proyek antara pihak penyedia jasa dengan oknum di dinas terkait.
BACA JUGA:Belum Terima Salinan BAP Kasus Dugaan Korupsi RPH-U, PH Datangi Kejari Lamongan
“Indikasi penyimpangan tidak hanya terjadi pada mutu fisik, tetapi juga pada proses lelang. Ada dugaan kuat kongkalikong dan aliran fee proyek kepada pihak tertentu,” lanjutnya.
Menurut laporan tersebut, fee proyek yang dimaksud diduga mencapai puluhan persen dari nilai kontrak utama, dan diberikan kepada oknum-oknum yang berperan dalam pengaturan pemenang tender serta konsultan pengawas.
BACA JUGA:Diduga Selewengkan Dana Desa, Puluhan Warga Sedayulawas Datangi Kejari Lamongan
Pelapor juga menyoroti rekam jejak kontraktor pelaksana. PT Rudy Jaya disebut pernah terlibat kasus dugaan suap bernilai miliaran rupiah yang ditangani KPK terkait proyek pelabuhan dan bandara di wilayah lain.
Hal tersebut, kata pelapor, seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi penyedia jasa agar proyek strategis nasional tidak kembali dikerjakan oleh perusahaan dengan rekam jejak bermasalah.
BACA JUGA:Jual Pupuk Subsidi Melebihi HET, Pemilik Kios Siap Dipanggil Kejari Lamongan
Mega proyek pembangunan Pelabuhan Paciran yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan ekonomi pesisir Lamongan kini menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional. (pul)