Ramuan Herbal Kuno: Penawar Ampuh dari Masa Silam

-freepik-
MEMORANDUM - Jauh sebelum keberadaan obat-obatan modern, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tanaman obat untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit. Ramuan herbal kuno, yang biasa disebut jamu, telah menjadi warisan budaya yang tetap bermanfaat hingga masa kini. Artikel ini akan mengulas sejarah, manfaat, dan pandangan modern terhadap pengobatan herbal tradisional.
BACA JUGA:Cara Membuat Resep Ramuan Herbal dr. Sidi Aritjahya
Sejarah Ramuan Herbal Kuno di Indonesia
Penggunaan tanaman obat untuk pengobatan diperkirakan sudah ada sejak zaman prasejarah. Bukti peninggalan arca dan relief di candi Hindu-Buddha menunjukkan masyarakat masa lalu telah mengenal berbagai jenis tanaman obat. Naskah kuno seperti Serat Centhini (abad ke-17) juga menyebutkan berbagai resep ramuan herbal untuk berbagai penyakit.
BACA JUGA:Inilah Deretan Obat Herbal Alami yang Dipercaya oleh Masyarakat Sejak Lama
Penggunaan jamu kian berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara. Para tabib keraton meracik berbagai ramuan dari tumbuhan obat untuk menjaga kesehatan keluarga keraton. Pengetahuan tentang tanaman obat ini kemudian diwariskan turun-temurun oleh masyarakat.
BACA JUGA:Mudah Didapat! Inilah 5 Obat Herbal untuk Atasi Radang Tenggorokan
Manfaat Ramuan Herbal Kuno
BACA JUGA:Khasiat Daun Melinjo yang Dapat Dijadikan Minuman Herbal untuk Kesehatan Tubuh.
Ramuan herbal kuno memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, di antaranya:
1. Meningkatkan daya tahan tubuh
Beberapa tanaman obat, seperti jahe, kunyit, dan meniran, dipercaya dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
BACA JUGA:Cegah Gagal Ginjal Akut, Pakar Farmasi: Konsumsi Obat Herbal
2. Meredakan gejala penyakit
Jamu tertentu, seperti kunyit asam untuk mengatasi sakit maag atau kencur untuk meredakan masuk angin, dapat meredakan gejala penyakit ringan.
BACA JUGA:Camat Asemrowo Kenalkan Serum Herbal Penderita Covid-19
3. Memperlancar peredaran darah
Tanaman obat seperti ginkgo biloba dipercaya dapat memperlancar peredaran darah dan menjaga kesehatan jantung.
BACA JUGA:Asyiknya Perpustakaan Herbal Pemkot Surabaya, Usai Baca Langsung Praktik
4. Menjaga kesehatan kulit
Jamu dari bahan seperti temulawak dan kunyit diyakini dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mengatasi jerawat.
BACA JUGA:Tim PKM Unesa Gelar Pelatihan Membuat Jamu Herbal Instan Tradisional
Pandangan Modern terhadap Pengobatan Herbal
Di era modern, pengobatan herbal telah mengalami perkembangan pesat. Penelitian ilmiah sedang dilakukan untuk membuktikan khasiat tanaman obat secara ilmiah. Beberapa ramuan herbal telah diuji klinis dan terbukti efektif untuk mengobati penyakit tertentu.
Meski demikian, pandangan terhadap pengobatan herbal harus tetap kritis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
BACA JUGA:PKM Unesa Ajari Warga Bangsal Mojokerto Bikin Wedang Herbal Anti Covid-19
1. Keamanan dan efek samping
Tidak semua tanaman obat aman dikonsumsi semua orang. Konsultasi dengan dokter perlu dilakukan sebelum mengonsumsi ramuan herbal tertentu.
2. Khasiat yang belum tentu terbukti
Tidak semua klaim tentang khasiat ramuan herbal terbukti secara ilmiah. Konsumen perlu bijak dalam memilih dan mempercayai informasi tentang jamu.
3. Pengobatan herbal sebagai terapi komplementer
Pengobatan herbal biasanya lebih efektif digunakan sebagai terapi komplementer (pendukung) bersamaan dengan pengobatan medis modern.
Ramuan herbal kuno merupakan warisan budaya Indonesia yang tetap relevan hingga kini. Meski demikian, penggunaan ramuan herbal harus dilakukan secara bijak dan disertai dengan pandangan kritis.
Penelitian ilmiah dan kerja sama antara praktisi pengobatan tradisional dan dokter modern diperlukan untuk mengembangkan potensi. (*)
Sumber: