Persebaya Siap Sambut Kehadiran Suporter PSIM Yogyakarta di GBT
Suporter Persebaya menonton di Stadion GBT.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Persebaya akan menjamu PSIM Yogyakarta pada Minggu 13 September 2026, sekaligus menyambut kehadiran suporter tim tamu, Brajamusti dan The Maident.
Kehadiran suporter PSIM menjadi salah satu momen yang dinantikan dalam pertandingan tersebut sebab musim ini menjadi awal kembalinya kesempatan bagi pendukung tim tamu untuk hadir langsung mendukung klubnya setelah larangan suporter away dicabut oleh operator kompetisi, I.League.
Kebijakan tersebut membuka kembali ruang bagi suporter untuk mengikuti perjalanan tim kesayangannya, termasuk saat bertandang ke Surabaya.
BACA JUGA:Berawal dari Harapan Orang Tua, Striker Persebaya U-20 Kini Jadi Mahasiswa Kedokteran Unusa
Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya memastikan Brajamusti dan The Maident akan mendapat sambutan yang baik selama berada di GBT.

Mini kidi--
Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman, menyambut positif rencana kedatangan dua kelompok suporter PSIM tersebut. Menurutnya, momen ini dapat menjadi langkah baik untuk kembali mempererat hubungan antarsuporter.
BACA JUGA:Saddil Ramdani Resmi Gabung Persebaya dengan Status Pinjaman dari Persib
“Kami menyambut baik kedatangan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, ke Surabaya. Ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat hubungan antarsuporter, terlebih setelah larangan suporter tandang dicabut,” ujar Ram.
Menurut Ram, kehadiran Brajamusti dan The Maident di GBT juga menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi ruang untuk mempertemukan banyak orang dengan semangat yang sama.
Rivalitas tetap hadir selama pertandingan, tetapi atmosfer di luar lapangan diharapkan tetap dibangun dengan rasa saling menghormati.
BACA JUGA:Persebaya Pantau Kebugaran Pemain Jelang Hadapi PSIM Yogyakarta di Surabaya
Apalagi, Persebaya dan PSIM memiliki basis suporter yang sama-sama dikenal memiliki kecintaan besar terhadap klub. Karena itu, Ram berharap pertandingan di GBT dapat berlangsung dengan suasana yang hangat dan aman bagi seluruh pihak.
“Rivalitas di lapangan tentu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi persaudaraan dan rasa saling menghormati antarsuporter harus tetap dijaga. Mari kita tunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi ruang untuk membangun hubungan yang positif,” jelasnya.
Sumber:







