Profil Niken Salindry, Sinden Muda Berbakat Berhasil Pikat Hati Pecinta Musik Tradisional dan Modern
Dimas Niken Salindri, atau yang lebih dikenal secara luas dengan nama panggung Niken Salindry.--
​KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dunia seni pertunjukan tradisional Jawa Timur terus melahirkan talenta muda yang luar biasa. Salah satu sosok yang kini tengah menjadi pusat perhatian publik adalah Dimas Niken Salindri, atau yang lebih dikenal secara luas dengan nama panggung Niken Salindry.
BACA JUGA:Perjalanan Karier Rosynta Dewi, Talenta Muda Kediri yang Sukses Bawa Warna Baru Pop Jawa

Mini kidi--
Pedangdut sekaligus sinden muda berbakat asal Kediri ini sukses mencuri perhatian masyarakat lewat lantunan vokal tradisionalnya yang khas serta penampilannya yang penuh pesona. ​Dara cantik kelahiran Kediri, 29 Juni 2008 tersebut kini telah genap berumur 18 tahun.
Meski diusianya yang terbilang masih sangat muda, nama Niken sudah menduduki jajaran atas penyanyi pop Jawa dan dangdut koplo tanah air. Gelar mantan "Sinden Cilik" yang dulu melekat padanya kini perlahan bertransformasi menjadi idola baru bagi para remaja dan pencinta musik lintas generasi.
BACA JUGA:Profil Indri Ananda, Pedangdut Muda Asal Nganjuk yang Juga Mahasiswi Hukum
​Darah seni yang mengalir deras dalam tubuh Niken ternyata bukan tanpa alasan. Bakat alaminya diturunkan langsung dari sang ayah, Ki Degleng Gondosupono, seorang dalang kenamaan asal Kediri.
Di bawah bimbingan sang ayah dan dukungan penuh ibunya, Ny. Wiwin Arumita, Niken sudah mengenal dan menekuni seni karawitan serta sinden sejak usianya baru menginjak 2 tahun.
BACA JUGA:Caca Veronica Sukses Pukau Penggemar Lewat ''Lama-Lama Terpesona''
​Niken mengungkapkan bahwa perjalanannya meniti karier sebagai sinden sejak usia balita bukanlah hal yang instan. Baginya, menyinden dan membawakan lagu-lagu berlaras slendro maupun pelog sudah menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan.
​"Sejak kecil saya sudah terbiasa ikut bapak kalau ada tanggapan wayang. Dari umur 2 tahun itu sudah mulai suka dengar garap karawitan. Bagi saya, menyinden itu bukan sekadar bernyanyi atau mencari popularitas, tapi ada ruh kebudayaan yang harus terus dijaga," ujarnya.
BACA JUGA:Profil Diah Sekarning, Sinden Asal Tulungagung Pikat Generasi Muda dengan Musik Campursari
​Niken juga menambahkan bahwa transisi dari panggung wayang kulit tradisional ke panggung musik modern seperti dangdut koplo dan campursari merupakan langkah strategis untuk merangkul generasi milenial dan Gen Z.
​"Anak-anak muda sekarang itu sebenarnya suka dengan budaya lokal, tinggal bagaimana kita menyajikannya. Makanya saya coba kombinasikan cengkok sinden Jawa yang otentik dengan irama dangdut atau pop Jawa yang lebih energik.
Sumber:






