Marak Aksi Curanmor di Surabaya, Driver Ojol: Beri Shock Terapi

Marak Aksi Curanmor di Surabaya, Driver Ojol: Beri Shock Terapi

Driver ojek online Dwi.-Farid Al Jufri-

SURABAYA, MEMORANDUM - Maraknya aksi 3 C (curat, curas, dan curanmor) membuat masyarakat resah. Hal ini pun dirasakan driver ojek online (ojol) Dwi (41), warga Jalan Ngagel, Surabaya, yang cemas apabila kendaraannya disikat atau dicuri pelaku curanmor apabila ditinggal pergi mengambil orderan food

Menurut Dwi untuk mengurangi angka kejahatan terutama curanmor, dirinya meminta agar kepolisian lebih memasifkan adanya operasi surat-surat kendaraan bermotor. 

BACA JUGA:Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ringkus DPO Curanmor Milik Karyawan OS Pemkot Surabaya

"Agar pelaku curanmor bisa terciduk ya mas kan motor yang dibawanya pasti tidak ada surat-surat alias bodong. Jadi bisa diinterogasi dan diminta surat-suratnya. Kalau ternyata tidak punya patut dicurigai kalau ia pelaku kejahatan," kata Dwi. 

Tak hanya itu, ia pun juga meminta agar di pos-pos polisi yang ada disediakan petugas agar masyarakat bisa mudah melapor kalau ada kejadian apapun. Jika warga atau masyarakat berhasil menangkap pelaku kejahatan bisa langsung diamankan. 

BACA JUGA:Waspadai Nataru, Bandit Curanmor di Surabaya Incar Matic

"Takutnya warga yang geram kebablasan,menghakimi pelaku sampai meninggal," ujarnya. 

Sebagai driver ojol, ia kadang cemas saat meninggalkan kendaraannya mengambil orderan food. Soalnya pelaku kejahatan pastinya banyak mengincar kendaraan ojol yang ditinggalkan mengambil orderan

BACA JUGA:Pelaku Curanmor Dibekuk saat Tidur di Rusun Sumbo

"Cemas ya, karena kurangnya petugas yang berpatroli. Mungkin karena keterbatasan personel juga. Tapi setidaknya jika ada petugas yang berpatroli bisa membuat pelaku curanmor bisa berfikir dua kali untuk melakukan aksinya," bebernya. 

BACA JUGA:Nyenyak Tidur Siang, Bandit Curanmor di Kampus Unesa Kaget Dicokok Polisi

Ia pun setuju bila petugas melakukan tidakan tegas terukur untuk pelaku kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat. Karena dengan tegasnya polisi memberikah shock terapi, bisa membuat pelaku-pelaku lain mengurungkan niatnya. 

BACA JUGA:Amankan Eksekutor, Kini Polisi Buru Joki Curanmor di Lidah Kulon

"Saya setuju jika pelaku ditembak atau dilumpuhkan. Bila perlu pelaku yang sudah bolak-balik masuk penjara (residivis) ditembak mati sekalian biar kejahatan hengkang dari Surabaya," tutupnya. (*)

Sumber: