Minum Matcha saat Diet, Tren Gaya Hidup Sehat yang Kian Digemari Anak Muda
-Ilustrasi ( sumber foto: pexels)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kesadaran anak muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan berat badan ideal terus meningkat.
BACA JUGA:Bahaya Minuman Kemasan, Faktor Utama Usia Dini Terkena Sakit Ginjal
Pola hidup sehat kini tidak lagi sekadar tren sesaat, melainkan menjadi bagian dari keseharian, termasuk dalam pemilihan makanan dan minuman. Salah satu minuman yang belakangan banyak dilirik sebagai pendukung program diet adalah matcha.

Mini Kidi--
Program diet saat ini tidak hanya berfokus pada pengurangan porsi makan, tetapi juga pada pemilihan asupan yang dianggap lebih sehat dan menunjang metabolisme tubuh.
Seiring meningkatnya minat terhadap diet, berbagai minuman kesehatan pun bermunculan. Di tengah banyaknya pilihan, matcha—bubuk teh hijau—menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda.
BACA JUGA:Surabaya Pecah! Ratusan Anak Muda Pamer Bakat Boombastic di Panggung Aice Got You
Matcha dipercaya dapat membantu proses penurunan berat badan, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta meningkatkan energi. Namun, benarkah matcha efektif untuk mendukung diet?
Mengenal Matcha
Matcha pertama kali dikenal di Tiongkok pada abad ke-7 pada masa Dinasti Tang. Saat itu, daun teh dikeringkan lalu digiling hingga menjadi bubuk halus. Proses ini memungkinkan tubuh menyerap seluruh nutrisi yang terkandung di dalam daun teh.
BACA JUGA:Anak Muda Harap Program Magang Nasional Inisiasi Prabowo Terus Berlanjut
Perkembangan matcha berlanjut ke Jepang pada abad ke-12 setelah seorang biksu Zen membawa biji teh beserta teknik pengolahannya dari Tiongkok. Sejak saat itu, matcha menjadi bagian penting dalam tradisi Jepang, khususnya dalam upacara minum teh atau chanoyu.
BACA JUGA:Pemkab Gresik Gelar Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Wabup Alif: Anak Muda Harus Jadi Motor Perubahan
Sumber:
