HPN 2026

Mindful Eating Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Tanpa Diet Ketat

Mindful Eating Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Tanpa Diet Ketat

-Ilustrasi (sumber foto: freepik)-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di tengah kesadaran akan gaya hidup sehat semakin meningkat, konsep mindful eating atau makan dengan kesadaran semakin sering dibicarakan. 

BACA JUGA:5 Ide Bekal Diet Rendah Kalori Praktis dan Sehat untuk Menu Harian

Tidak seperti diet ketat yang fokus pada pengurangan asupan makanan, mindful eating mengajak individu untuk menciptakan hubungan yang lebih baik dengan makanan dengan cara memberi perhatian penuh saat menikmati makanan.


Mini Kidi--

Mindful eating berasal dari praktik mindfulness, yaitu kemampuan untuk sepenuhnya hadir pada momen saat ini. 

Dalam hal makan, ini berarti mengenali rasa lapar, menikmati setiap gigitan, serta memahami kapan tubuh sudah merasa kenyang. Pendekatan ini tidak berkaitan dengan jenis makanan tertentu, tetapi lebih kepada cara seseorang menikmati makanan tersebut.

BACA JUGA:Minum Matcha saat Diet, Tren Gaya Hidup Sehat yang Kian Digemari Anak Muda

Makan Bukan Sekadar Rutinitas

Banyak orang makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti menonton televisi, bekerja, atau bermain ponsel. Tanpa disadari, perilaku ini dapat membuat seseorang kehilangan kendali terhadap seberapa banyak makanan yang mereka konsumsi. Akibatnya, kelebihan makan sering kali terjadi.

Dengan menerapkan mindful eating, seseorang diajak untuk memperlambat tempo makan dan meminimalisir gangguan. Dengan fokus pada aroma, tekstur, dan rasa makanan, pengalaman makan menjadi lebih signifikan dan memuaskan. Kesadaran ini membantu tubuh memberikan sinyal kenyang dengan sendirinya.

BACA JUGA:Jumaroh Dulu Sering Lapar, Kini Belajar dan Makan Teratur di Sekolah Rakyat: Ingin Kuliah Tinggi

Mengenali Lapar Fisik dan Emosional

Salah satu hal penting dalam mindful eating adalah kemampuan untuk membedakan antara lapar fisik dan emosional. Lapar fisik muncul secara perlahan dan bisa dipuaskan dengan berbagai jenis makanan. Di sisi lain, lapar emosional sering datang secara mendadak dan biasanya terkait dengan perasaan cemas, bosan, atau stres.

Dengan meningkatkan kesadaran tentang keadaan diri sendiri, seseorang bisa mengurangi kebiasaan makan sebagai cara melarikan diri dari emosi. Hal ini berdampak tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga membantu menjaga stabilitas mental.

Sumber: