Petani Tembakau Madiun Tunda Tanam Akibat Kemarau Basah

Petani Tembakau Madiun Tunda Tanam Akibat Kemarau Basah

Petani asal Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, memanfaatkan cuaca musim kemarau tahun lalu untuk menanam tembakau. -Juremi-

MADIUN, MEMORANDUM.CO.ID - Musim kemarau yang diwarnai hujan atau yang dikenal dengan kemarau basah membuat para petani tembakau di Kabupaten Madiun menunda masa tanam. Pasalnya, tanaman tembakau sangat rentan terhadap kelembapan dan curah hujan berlebih yang bisa merusak kualitas daun.

BACA JUGA:Petani Tembakau Ngawi Diminta Buat Saluran Air

Salah seorang petani tembakau dari Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Sukamto, mengungkapkan dirinya belum berani menanam tembakau di awal musim kemarau ini. 


Mini Kidi--

Selain karena padi belum siap panen, ia juga ragu dengan cuaca yang tidak menentu. 

"Seharusnya bulan Juni ini sudah tanam tembakau, setelah panen padi. Namun karena cuaca seperti ini ya mundur di bulan Juli mungkin," ujarnya saat ditemui Senin 2 Juni 2025.

BACA JUGA:Gandeng ATR/BPN Jember, PTPN 1 Regional 4 Amankan Aset Kebun Tembakau untuk Sejahterakan Pekerja

Meskipun menunda tanam, Sukamto sudah menyiapkan benih tembakau dengan membuat bedengan semai di sebagian lahan sawahnya. Ia berharap setelah panen padi, lahan siap untuk penanaman bibit tembakau dan cuaca akan lebih bersahabat. 

"Di daerah sini (Ngale) memang setiap musim kemarau petani tanam tembakau. Tapi ya enggak tahu nanti kalau kemarau basah," tuturnya.

BACA JUGA:Tembakau Kabupaten Malang Terjual ke Luar Kota, DTPHP Akan Perluas Lahan Tanam

Sukamto menambahkan, meski masa tanam tembakau hanya dua bulan, kualitasnya sangat dipengaruhi oleh cuaca. 

"Kalau sering kena air hujan daun tembakau jadi keriting dan kualitasnya jelek, jadi enggak laku," pungkasnya.

BACA JUGA:Oktober, Panen Raya Tembakau di Ngawi

Senada dengan petani, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto, turut menyarankan petani untuk menunda penanaman tembakau. 

Sumber: