Menyelamatkan Porsi Anak Negeri
A. Nawawi Maksum, Pengasuh PP Nurut Taqwa, Bondowoso--
Sebab itu, program Makan Bergizi Gratis adalah sebuah ikhtiar mulia yang terlalu berharga untuk dibiarkan menjadi ladang basah para pemburu rentenir profit. Negara tak boleh gentar menghadapi mereka yang menjadikan porsi makan anak-anak sebagai sandera.
BACA JUGA:Menepis Panik, Menjaga Alur Republik

Gempur Rokok Illegal--
Jalan keluarnya ada pada pelukan bumi lokal: desentralisasi pangan. Alih-alih menggantungkan nasib jutaan anak pada korporasi besar yang haus margin tinggi, negara selayaknya merangkul ekosistem kerakyatan. Melibatkan usaha kecil, kelo- mpok tani, dan peternak di sekitar sekolah terbukti jauh lebih menenteramkan.
Mereka yang hidup berdampingan di desa tentu memiliki tanggung jawab moral yang tulus untuk anak-anak tetangga mereka sendiri.
Kelak, kebijakan yang bagus tidak dinilai dari laporan yang tebal atau acara seremonial yang megah. Ukurannya sangat sederhana: saat melihat anak-anak makan dengan lahap, aman, dan tersenyum gembira di kelas mereka.
~ A. Nawawi Maksum ~
(Pengasuh PP Nurut Taqwa, Bondowoso)
Sumber:






