Nasib Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Surabaya Kian Buram

Selasa 20-01-2026,16:19 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Rencana revitalisasi Pasar Keputran Selatan justru memicu polemik setelah Komisi B DPRD Kota Surabaya menilai pengelola pasar gagal membangun komunikasi sehingga nasib ratusan pedagang kian tidak pasti, Selasa 20 Januari 2026.

BACA JUGA:Pedagang Masuk TPS, Bangunan Pasar Keputran Selatan Mulai Dibongkar

Komisi B DPRD Kota Surabaya memberikan penilaian buruk terhadap kinerja pengelola Pasar Keputran Selatan.


Mini Kidi--

Penilaian tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat di gedung DPRD Surabaya yang membahas mandeknya komunikasi antara pengelola pasar dan pedagang. Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono menilai fungsi pembinaan dan pelayanan yang seharusnya dilakukan pengelola pasar tidak berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA:Komisi B DPRD Surabaya Soroti Penarikan Pajak Reklame Empat Sisi Resplang SPBU yang Dianggap Tak Masuk Akal

"Namanya pasar itu ada ekosistemnya antara lain pedagang, pembeli, dan pengelola. Tapi yang kami lihat, fungsi pembinaan pedagang ini tidak jalan. Komunikasi pengelola sangat lemah," ujar Budi Leksono.

BACA JUGA:PD Pasar Surya Akui Pemotongan Unggas Masih Berlangsung di Pasar

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Buleks itu menyesalkan banyak kebijakan strategis diambil tanpa melibatkan pedagang. Ia menyebut penataan Tempat Penampungan Sementara, Instalasi Pengolahan Air Limbah, hingga rencana pembangunan pasar dilakukan tanpa komunikasi yang utuh dengan pedagang.

Menurutnya, pedagang Pasar Keputran Selatan seolah hanya menjadi penonton di tempat mereka sendiri. Kondisi di lapangan dinilai semakin memprihatinkan setelah area pasar dibongkar namun kelanjutan pembangunannya belum jelas.

BACA JUGA:PD Pasar Surya Akui Pemotongan Unggas Masih Berlangsung di Pasar

Hingga kini belum ada kepastian terkait proses lelang maupun penetapan pemenang tender proyek revitalisasi pasar tersebut.

"Pasarnya sudah dibongkar, tapi sampai sekarang belum ada pemenang tender atau kontraktornya. Akhirnya pasar jadi keleleran. Ini sangat mengecewakan pedagang," tegas Buleks.

BACA JUGA:Sidak RPH Sapi di Tambak Osowilangun, Komisi B DPRD Surabaya Beri Catatan Penting

Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pengelola pasar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pengelolaannya.

Kategori :