Pada hari pertama pasca dirinya ditunjuk menjadi Plt, Aan berusaha menghubungi Asmungi, tetapi yang bersangkutan sedang sibuk. Kemudian pada hari kedua yang bersangkutan sedang ada di Jakarta dengan alasan untuk mengurus MBG.
"Sudah dua kali saya coba komunikasi. Ini saya tunjukkan bukti WA nya. Hari pertama yang bersangkutan sibuk, hari kedua itu saya sudah di Tulungagung, tapi yang ada malah yang bersangkutan ke Jakarta. Padahal ini saya mau komunikasi dan menunjukkan surat penunjukan Plt itu," ucap Aan.
BACA JUGA:Warga 5 Desa di Tulungagung Tuntut Listrik dan Perbaikan Jalan, DPRD Janji Tindak Lanjut
Pada kesempatan itu, Aan menyebut penunjukan Plt oleh pimpinan partai bukan tanpa alasan. Sebab saat ini partai menilai DPD Golkar Tulungagung tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satunya adalah tidak adanya laporan progres pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang sedianya digelar 6 bulan pasca Musda Provinsi, atau sekitar bulan Desember mendatang.
Kemudian hal lain yang menjadikan alasan adalah, adanya pakta integritas yang ditandatangani oleh seluruh Ketua DPD, terkait pengunduran diri pasca penurunan perolehan kursi di DPRD Tulungagung.
"Ada pakta integritas ini. Tulungagung mengalami penurunan, dari yang awalnya 6 kursi, sekarang jadi 5 kursi," urainya.
BACA JUGA:Bupati dan Ketua DPRD Temui Pejuang Gayatri Tulungagung dalam Aksi Damai
Aan menyebut, sesuai dengan tugas yang diberikan partai kepadanya, pihaknya fokus untuk menggelar pelaksanaan Musda di Kabupaten Tulungagung. Hal yang pertama dilakukan adalah menggelar rapat dan sosialisasi kepada anggota untuk selanjutnya dilakukan pembahasan sesuai dengan prosedur yang ada.
"Tugas Plt itu untuk melaksanakan Musda, namun kondisi ini (penyegelan) pasti akan kami sampaikan kepada partai," pungkasnya. (fir/fai)