Ironi Warga Miskin di Gersikan, Berstiker Gamis Tapi Tak Tersentuh Bantuan

Ironi Warga Miskin di Gersikan, Berstiker Gamis Tapi Tak Tersentuh Bantuan

Rumah milik warga Gersikan hampir ambrol.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di sebuah sudut gang RT 02/RW 01 Gresikan, Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, sebuah stiker warna merah menempel di dinding rumah warga. stiker itu bertuliskan Keluarga Miskin. stiker resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Namun bagi Untung Tri Laksono, stiker itu hanyalah hiasan mati. Hanya label tanpa realisasi. Meski status ekonominya telah diakui negara melalui stiker tersebut, Untung mengaku tidak pernah mencicipi satu rupiah pun bantuan pemerintah, baik itu Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun program perbaikan rumah.

BACA JUGA:Bupati Gatut Sunu Gaspol Kuatkan PKH, SDM Pendamping Jadi Kunci Tekan Kemiskinan


Mini Kidi--

Rasa sesak tak bisa disembunyikan Tri saat menceritakan ketimpangan sosial yang melandanya. Ia merasa ada yang salah dengan sistem pendataan atau penyaluran di tingkat bawah.

"Saya tidak tahu kenapa kok tidak pernah dapat bantuan. Sementara tetangga-tetangga yang dapat itu hidupnya lebih berkecukupan. Mereka punya toko kelontong, ada yang punya kos-kosan, dan pebisnis lainnya," keluh Tri, Minggu, 11 Januari 2026.

BACA JUGA:Sinergi Membangun Negeri Lewat Kontribusi Nyata PEPC Entaskan Kemiskinan di Bojonegoro

Ketimpangan ini menciptakan kesan adanya praktik pilih kasih dalam proses verifikasi warga yang layak dibantu. Meski sudah berulang kali melapor ke pengurus kampung (RT/RW), suara Tri seolah membentur tembok tinggi.

Nasib Tri bukan satu-satunya potret buram di wilayah tersebut. Tak jauh dari rumahnya, seorang warga yatim piatu harus tinggal di bawah ancaman bahaya. Namanya Robi. Ia tinggal seorang diri di rumah yang hampir ambruk.

BACA JUGA:Pemkab Malang Genjot Pengentasan Angka Kemiskinan Ekstrem

Sebagian besar atap rumah Robi sudah ambrol. Upaya mengajukan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pun berakhir dengan kekecewaan yang berulang.

"Atap rumah warga yang yatim piatu itu sudah ambrol semua. Diajukan, tapi bertahun-tahun cuma dicek saja. Tidak pernah terealisasi," sambung Tri.

Selain itu, ada pula seorang janda yang kondisi ekonominya terus merosot. Akan tetapi luput dari radar bantuan. Namanya Lusi. Rumahnya juga berstiker Keluarga Miskin. Kemudian atap rumahnya hampir ambrol.

BACA JUGA:Aksi Nyata Kemanusiaan Bess Hospitality Group Salurkan Bantuan di Kampung Miskin Rangkah Surabaya

Sumber: