selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Jalur Satu Arah Magetan Kota Picu Pengusaha Gulung Tikar

Jalur Satu Arah Magetan Kota Picu Pengusaha Gulung Tikar

Sejumlah toko di Magetan memilih tutup akibat sepinya pembeli.--

MAGETAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Penerapan jalur satu arah di sepanjang Jalan Diponegoro, Jalan A Yani hingga Jalan P B Sudirman berdampak signifikan terhadap perekonomian pengusaha di Magetan Kota, Kamis 26 Februari 2026.

Perubahan arus lalu lintas dari dua arah menjadi satu arah disebut memengaruhi tingkat kunjungan pembeli di sepanjang ruas jalan tersebut.


Mini Kidi Wipes.--

Salah satu pengusaha alat tulis kantor dan makanan minuman di Jalan A Yani, Bambang Bimarjuno (50), mengaku penghasilannya anjlok sejak kebijakan itu diberlakukan.

"Pengaruhnya besar sekali, yaitu untuk satu arah itu untuk pemasukan berkurang banyak sekali. Jadi sebelumnya yang dua arah itu kita untuk penghasilannya lumayan, kurang lebih satu hari itu 100 ribu lebih, sekarang satu arah itu di bawah 50 ribu," ungkapnya, Kamis 26 Februari 2026.

BACA JUGA:Respons Keluhan Wali Murid, DPRD Magetan Minta Menu Makan Bergizi Gratis Cantumkan Harga dan Nutrisi

Menurut Bambang, sejumlah pelaku usaha di sekitarnya memilih menutup toko dan menawarkan tempat usahanya untuk dikontrakkan karena tidak mampu bertahan.

"Ya disebabkan satu arah dan menyebabkan itu yang pendatang ngontrak itu tidak sesuai dengan harapannya, yaitu dengan kontrakan yang mahal dan penghasilan yang di bawah kontrakan, jadi banyak yang gulung tikar," jelasnya.

BACA JUGA:RSDS Magetan Siap Layani Calon TKI dan Pasien Home Care

Ketua RT 02/RW 07 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Putra Adinugroho (39), mengakui kondisi tersebut dirasakan mayoritas pelaku usaha di wilayahnya.

"Ya mungkin pada nyerah semua, karena di Jalan A Yani khususnya daerah saya sepi, semuanya sepi karena jalurnya jalur buangan atau jalur bukan lagi jalur tujuan, mungkin orang-orang pada malas karena jalur cepat seperti ini, ya banyak yang bilang sepi terus kondisi ekonomi juga seperti ini, agak berat juga usaha di daerah sini," bebernya.


Gempur Rokok Illegal--

Ia menyebut omzet usahanya turun hingga hampir 50 persen dibandingkan sebelum perubahan arus lalu lintas tersebut.

"Kalau saya rasa satu arah ini, ya ekonomi kurang sekali sih dibandingkan yang dulu yang dua arah, omzet saya banyak turun sih dibanding dua tahun yang lalu, turunnya hampir lima puluh persen lebih," bebernya.

BACA JUGA:Kemenbud RI TEtabkan Labuhan Sarangan sebagai WBTB

Keduanya berharap Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dapat lebih peka terhadap dampak perubahan jalur tersebut.

"Harapan saya ada perubahan di sini, agar kota Magetan itu jalurnya ramai semua," pungkas Putra Adinugroho. (jkn/rik)

Sumber: