Aksi Sadis 4 Pemuda di Jember Bantai Hewan Peliharaan, Begini Kata Drh Elok Kristanti

Aksi Sadis 4 Pemuda di Jember Bantai Hewan Peliharaan, Begini Kata Drh Elok Kristanti

Drh Elok Kristanti. -Biro Jember-

JEMBER, MEMORANDUM - Aksi empat pemuda di Kecamatan Kaliwates, Jember membantai seekor anjing peliharaan terekam CCTV hingga tewas. Diketahui anjing berjenis maltese sempat dirawat dengan kondisi terkapar berlumur darah.

BACA JUGA:Penerimaan Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri 2024 : Berikut Syarat dan Jadwal Pendaftaran 

Kejadian ini sangat disayangkan Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jember, drh Elok Kristanti. Menurut dia, hewan itu juga butuh hidup tidak selayaknya diperlakukan dengan cara kekerasan.

BACA JUGA:Pendaftaran Akpol 2024 Dibuka! Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya 

“Hewan itu tidak perlu diperlakukan dengan kekerasan seperti itu,” ujar Elok saat dikonfirmasi di ruangannya, Selasa 16 April 2024.

BACA JUGA:Pemkab Jember Berangkatkan Mudik Ceria Penuh Makna Rute Jember-Madura 

Kejadian ini lanjut Elok, sudah menjadi kewenangan pihak yang berwajib. Namun tindakan kekerasan terhadap hewan apapun tidak dapat dibenarkan karena berkaitan dengan kesejahteraan hewan.

BACA JUGA:Pemkab Jember Gandeng 11 Perbankan Buka Penukaran Uang Baru 

“Anjingnya tidak agresif, jadi tidak perlu mendapat perlakukan seperti itu,” ujarnya.

BACA JUGA:Jelang Idulfitri 1445 Pemkab Jember Gelar Pasar Murah 

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak melepas pengawasan kepada anjing peliharaannya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA:Kantor ATR/BPN Jember Gandeng APH dan Pemkab Sukseskan Program PTSL Tahun 2024

Aksi ke empat pemuda ini sempat viral di media sosial setelah pemiliknya mem-posting video hasil rekaman CCTV di salah satu akun media sosialnya.

BACA JUGA:Sambut Hari Jadi Ke-95 Pemkab Jember Gelar Jalan Sehat  

Berdasarkan kesaksian pemilik anjing, Lisa Meliana, kronologi kejadian berawal saat Viki (nama anjing) lolos dari pagar tanpa sepengetahuannya, Rabu, 10 April lalu. Anjing berusia 6,5 tahun itu panik mondar-mandir di jalan di depan rumah.

BACA JUGA:Menang Lelang Tapi Tak Dapat Kejelasan, Rekanan Pemkab Jember Ancam Lapor Kejaksaan 

"Anjing maltese kami yang mungil tidak pernah punya sejarah agresif! Viki yang tanpa sepengetahuan kami lolos dari pagar dan panik mondar-mandir di jalan depan rumah, mereka hantam dengan balok semen cor di bagian muka dan kepala," kata Lisa Meliana dalam keterangannya yang dibagikan akun fundomrescue, dikutip Senin, 15 April 2024.

BACA JUGA:Dewan Desak Bawaslu Sampaikan Nama 9 Pejabat Pemkab Jember Pelanggar Netralitas ASN di Pemilu 

Viki yang dihantam balok, terkapar di tengah jalan dan berlumuran darah. Sementara para pelaku pergi meninggalkannya begitu saja.

BACA JUGA:Kekosongan Jabatan Sekda dan Sejumlah OPD Pemkab Jember Jadi Sorotan 

"Begitu Viki terkapar di tengah jalan dalam keadaan kritis, muka berlumur darah, para pelaku pergi sambil tertawa-tawa," tulis Lisa.

BACA JUGA:Pengurus JEPR Datangi Kantor Bawaslu Jember Desak Proses Dugaan Ketidaknetralan ASN Pemkab 

Setelah Viki terkapar sekitar satu jam, Viki di jalan dalam kesakitan, akhirnya ada yang menyelamatkan. Viki lalu dibawa ke dokter hewan untuk segera ditangani.

BACA JUGA:Pemkab Jember Gandeng STPN Yogyakarta Siapkan Tenaga Ahli Pertanahan 

Dokter hewan berusaha menyelamatkan Viki. Namun, anjing mungil itu tak mampu bertahan dan akhirnya mati keesokan harinya. (*)

Sumber: