Normalisasi Sungai di Surabaya, Anggota DPRD Achmad Nurdjayanto Serukan Pendekatan Humanis

Normalisasi Sungai di Surabaya, Anggota DPRD Achmad Nurdjayanto Serukan Pendekatan Humanis

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyoroti proyek normalisasi sungai dan saluran air yang tengah gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Ia mendorong agar pemkot melalui dinas terkait mengedepankan pendekatan yang humanis dan mencari solusi terbaik bagi warga yang terdampak.


Mini Kidi--

Achmad mengakui pentingnya normalisasi sungai dari hulu ke hilir yang saat ini dilakukan secara masif oleh Pemkot Surabaya sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan fungsi saluran air dan menanggulangi genangan air ketika musim penghujan.

Namun, ia mengingatkan agar aspek kemanusiaan tidak dikesampingkan dalam pelaksanaannya.

BACA JUGA:DPRD Surabaya Dukung Larangan Parkir Permanen di Tunjungan Demi Wajah Wisata Modern

"Normalisasi ini penting, kami akui itu. Tapi jangan sampai mengabaikan sisi kemanusiaan warga yang telah puluhan tahun tinggal di sana," ujar Achmad, Selasa 29 Juli 2025.

Ia mencontohkan proyek normalisasi yang kini tengah berjalan di kawasan sungai Kalianak untuk tahap pertama dan akan dilanjutkan ke kawasan Tambak Asri, Morokrembangan untuk tahap kedua. Proyek ini berdampak pada ratusan rumah warga yang berdiri di bibir sungai dan harus ditertibkan.

Menurut politisi dari Partai Golkar ini, perlu ada sebuah win-win solution di mana tujuan normalisasi tercapai tanpa merugikan warga.

"Di satu sisi, normalisasi harus berjalan untuk mengoptimalkan fungsi saluran. Di sisi lain, warga tidak boleh menjadi korban," tegasnya.

BACA JUGA:Camat Krembangan Tegaskan Normalisasi Tahap 2 di Tambak Asri Surabaya Lanjut Sesuai Rencana Awal

Achmad juga mengamati adanya perbedaan perlakuan dalam penertiban. Pada tahap pertama di Kalianak, bangunan yang ditertibkan mayoritas merupakan bangunan non-permanen.

Sementara itu, ia melihat banyak bangunan permanen milik warga di kawasan Tambak Asri yang juga akan terdampak pada tahap kedua.

"Ini yang perlu menjadi perhatian serius. Pemkot harus melakukan langkah-langkah yang humanis. Ajak warga berdialog, dengarkan aspirasi mereka, dan cari jalan keluar bersama," tuturnya.

BACA JUGA:Normalisasi Sungai di Tambak Asri Surabaya Picu Gejolak, Ratusan Warga Tolak Penggusuran

Ia mendorong Pemkot Surabaya untuk tidak hanya fokus pada aspek teknis proyek, tetapi juga pada dampak sosial yang ditimbulkan. Menurutnya, solusi seperti relokasi yang layak atau kompensasi yang adil perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

"Dengan demikian, pembangunan kota dapat berjalan selaras dengan kesejahteraan warganya," pungkasnya.

Sumber:

Berita Terkait