selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Terminal Petikemas Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan Arus Peti Kemas Lebaran

Terminal Petikemas Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan Arus Peti Kemas Lebaran

Kegiatan operasional di lapangan penumpukan kontainer TPS.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – PT Terminal Petikemas Surabaya memastikan kesiapan operasional menghadapi potensi lonjakan arus peti kemas menjelang Idulfitri 1447 H dengan tingkat Yard Occupancy Ratio rata-rata 50,7 persen, Rabu 4 Maret 2026.


Mini Kidi Wipes.--

Sejumlah langkah antisipatif disiapkan melalui penerapan Berth Allocation Strategy untuk mengatur jadwal sandar kapal agar proses bongkar muat lebih efisien serta optimalisasi Integrated Planning and Control sebagai pusat koordinasi operasional.

Di sisi peralatan, TPS menyiagakan fasilitas bongkar muat termasuk pengoperasian unit baru Electric Rubber Tyred Gantry guna mendukung kelancaran arus receiving dan delivery.

BACA JUGA:Selama Ramadan, Terminal Petikemas Surabaya Pastikan Bongkar Muat Tetap Jalan Tanpa Hambatan

Penguatan internal dilakukan melalui optimalisasi tenaga kerja, kesiapan sarana prasarana, pengaturan traffic control, serta penegakan standar keselamatan dan keamanan kerja.

Koordinasi lintas instansi diperkuat bersama Bea Cukai, Karantina, Kepolisian, serta pelaku usaha terkait untuk memastikan pelayanan terminal tetap berjalan tanpa hambatan selama periode puncak Lebaran.

BACA JUGA:INKA Kirim Tiga Platform Lokomotif ke Australia via Terminal Petikemas Surabaya

Senior Vice President Operasi Terminal TPS Didik Kurniawan menegaskan kesiapan menyeluruh menjadi kunci kelancaran layanan.

“Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan, serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak. Tujuannya memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman, dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujarnya.


Gempur Rokok Illegal--

Sebagai bagian mitigasi lonjakan, TPS menyusun proyeksi Berth Occupancy Ratio dan Yard Occupancy Ratio secara berkala serta mengatur lapangan melalui skema Flexible Block, buffer block, dan pemanfaatan blok tambahan W1–W4 serta area railway.

Pelaksanaan Pemindahan Lokasi Penimbunan disiapkan bekerja sama dengan Bea Cukai dan depo PLP apabila dibutuhkan.

Secara rinci, YOR impor tercatat 47,86 persen dan YOR ekspor 53,61 persen.

TPS menegaskan komitmen menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui pelayanan yang aman, terukur, dan responsif selama momentum Lebaran. (lis)

Sumber: