Perjalanan Tabitha Menuju Rumah Kedamaian, Simfoni Iman yang Sempat Terguncang
Tabitha Lily Christian.-Ali Muchtar-
Perjalanan spiritual seseorang sering kali bermula dari sebuah pertanyaan sederhana yang menuntut jawaban jujur.
Bagi Tabitha Lily Christian, seorang pelatih komunikasi (communications trainer) kelahiran Madiun, pencarian kebenaran itu dimulai di tengah hiruk-pikuk aktivitas organisasi mahasiswa pada sebuah universitas swasta di Surabaya.
BACA JUGA:Perjalanan Marry Diana Menjemput Cahaya Islam, Dawai Hidayah dalam Al-Fatihah
Tabitha yang memiliki hobi membaca memang dikenal sebagai pribadi yang terbuka terhadap ruang diskusi. Melalui interaksi intensif dengan rekan-rekannya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), ia mulai menyelami diskusi mendalam mengenai Islamologi dan Teologi.
BACA JUGA:Kisah Sejuk Liana Wardani, Islam dan Meja Makan Lintas Iman
Diskusi-diskusi panjang itulah yang kemudian memantik keraguan di benaknya mengenai konsep trinitas yang ia yakini sebelumnya sebagai penganut Kristen Protestan.
BACA JUGA:Perjalanan Bobby Lubis Temukan Rumah di Dalam Islam, Saat Cinta Membuka Pintu Langit
"Saya mulai membeli buku-buku sejarah Islam dan kisah Nabi Muhammad SAW. Ada keresahan besar akan kebenaran yang saya cari," kenang Tabitha saat menceritakan kembali titik balik kehidupannya.
Pencarian intelektual itu akhirnya membawanya bertemu dengan seorang ustaz yang mampu menjawab kegelisahan batinnya dengan lugas.
BACA JUGA:Labuhan Terakhir Ismail, Dari Taiwan Menjemput Cahaya Islam di Sidoarjo
Tepat pada 16 Oktober 2006, Tabitha mantap mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda awal perjalanannya sebagai seorang mualaf. Namun, jalan menuju cahaya nyatanya tidak selalu mulus.
BACA JUGA:Titik Balik Spiritual Seorang Mantan Pendosa: Dulu Mengumpat Azan, Kini Merindukan Tarawih
Keputusan besar tersebut menjadi hantaman keras bagi keluarganya yang sangat taat pada ajaran agama sebelumnya. Ayah Tabitha adalah seorang evangelis, sementara ibu dan kakak-kakaknya aktif dalam pelayanan gereja.
Tak lama setelah Tabitha menyampaikan niatnya untuk memeluk Islam, sang ayah jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Peristiwa memilukan ini sempat mengguncang keteguhan hatinya.
Sumber:




