Program MBG Ubah Nasib Mantan Kernet Ini Jadi Juru Masak Berpenghasilan Tetap
Daniel Rio Ananta, salah satu juru masak SPPG Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.--
SURAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Suasana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, tampak sibuk. Asap dari alat masak mengepul, sementara dentang wajan terdengar nyaring seiring para juru masak mempersiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu juru masak yang terlihat sibuk saat itu adalah Daniel Rio Ananta. Dengan cekatan, ia menumis jagung pipilan dan kembang kol dalam porsi besar. Ia juga tampak telaten mengadon dan membentuk perkedel kentang sebelum menggorengnya di wajan besar.
BACA JUGA:Program MBG Dorong Rantai Pasok Lokal, Budidaya Lele di Blora Jadi Tulang Punggung Ekonomi Warga

Mini Kidi Wipes.--
Namun, Daniel sempat tidak menyangka bahwa ia akan menjadi salah satu juru masak di SPPG Manahan. Malahan, pekerjaan sebelumnya terbilang cukup berbeda dari urusan dapur.
“Dulu pekerjaan saya sebelum di SPPG Manahan ini saya menjadi kernet ikut orang. Kernet buah gitu, selama dua tahun,” jelas Daniel dikutip Senin 27 April 2026.
BACA JUGA:Pemuda Jombang Tancap Gas, Rizal Bakhri Pimpin GAPEMBI Siap Dongkrak Profesionalitas Dapur MBG
Hanya saja, kernet bukanlah pekerjaan tetap Daniel. Ia mengaku bahwa profesi itu hanyalah pekerjaan lepas (freelance) dengan jumlah penghasilan yang tidak menentu.
Hal itu membuat Daniel termotivasi mencari mata pencaharian lain. Terlebih, ia kini adalah tulang punggung keluarga yang menghidupi ibu dan neneknya usai sang ayah berpulang saat Daniel duduk di kelas 6 SD.
Namun, pada suatu hari, ia kemudian menemukan lowongan pekerjaan di SPPG Manahan melalui media sosial. Dengan tekad memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya, ia pun langsung melamar tanpa ragu.
BACA JUGA:30 Dapur MBG di Madiun Tak Berizin Mitigasi Kebakaran
“Saya cari-cari pekerjaan di Instagram, media sosial, itu dapat di SPPG Manahan sini. Dan Alhamdulillah menguntungkan sekali,” jelas dia.
Daniel mengatakan bahwa jenjang kariernya sangat mulus selama bekerja tujuh bulan lamanya.
Awalnya, ia diperbantukan sebagai petugas kebersihan (cleaning service). Berkat kerja kerasnya, pimpinannya lantas mempromosikannya sebagai petugas pemorsian.
Sumber:








