Surabaya, Memorandum.co.id - Setelah berhasil membawa kabur motor hasil curian, tersangka Khoirul Anam dan Dirman tidak langsung menjualnya secara utuh. Untuk meminimalisir risiko, mereka memilih untuk menjual secara terpisah. Untuk onderdil mereka jual ke lapak aksesoris bekas. Sementara bodi motor, mereka jual dengan harga murah ke besi tua. "Saya jual di rombeng (besi tua, red), pak. Untuk mesin dan aksesoris lain saya jual ke toko bekas. Harganya lumayan, kalau besi kan murah," kata Khoirul Anam, di Mapolsek Gubeng, Jumat (4/6). Khoirul menyebut, uang hasil penjualan tersebut lantas dibagi dua dengan Dirman. Namun, mereka tidak lupa menyisihkan uang untuk membeli minuman keras (miras) dan mengunjungi kafe. Sementara uang hasil pembagian yang diterima Dirman, langsung diserahkan ke sang istri di tempat kos. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan mengaku jika uang tersebut digunakan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. "Anak kandung saya satu pak. Tapi saya dan istri memiliki dua anak angkat yang kami rawat. Itu yang akhirnya memutuskan saya nekat mencuri. Terlebih, saya tidak bisa melaut karena cuaca buruk," kata Dirman.(fdn)
Bandit Ranmor Bulak Rukem, Hasil untuk Pesta Miras
Jumat 04-06-2021,12:08 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-04-2026,06:36 WIB
Karyawan Potong Rambut di Lidah Kulon Surabaya Dianiaya OTK, Bibir Robek
Rabu 01-04-2026,05:42 WIB
Roberto Martinez Tegaskan Cristiano Ronaldo Tetap Jadi Pilar Portugal di Usia 41 Tahun
Terkini
Rabu 01-04-2026,22:45 WIB
Lahan Limbah Kayu di Kebomas Gresik Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Tanpa Pengawasan
Rabu 01-04-2026,22:14 WIB
WO Abal-Abal Disidak, Armuji Ungkap Modus Murah hingga Korban Berjatuhan
Rabu 01-04-2026,21:34 WIB
Mas Adi Minta ASN Berintegritas dan Responsif Layani Masyarakat di Pasuruan
Rabu 01-04-2026,20:27 WIB
Polres Kediri Kota Sterilkan Gereja Jelang Paskah 2026 Demi Keamanan Jemaat
Rabu 01-04-2026,20:21 WIB