Melansia dengan Anggun dan Damai ala Dr Rofiqah Rosidi di Malang

Minggu 04-10-2026,19:11 WIB
Reporter : Ariful Huda
Editor : Novi Triawan

Dua Wajah Cinta dan Ujian di Masjidil Haram

Hidup Rofiqah adalah potret keseimbangan.

Di satu sisi, ia menikmati riuhnya berkumpul bersama keluarga besar seperti saat di Kecopokan.

Mereka membakar ikan bersama, naik perahu menyusuri waduk, bahkan sempat mengganti bendera Merah Putih di perahu yang sudah usang sebagai tanda cinta tanah air.

BACA JUGA:Polres Malang Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Sumberpucung Terdampak Kekeringan

Namun, di sisi lain, untuk putranya yang istimewa, Gilang Afif Lazuardi yang merupakan seorang tunagrahita, Rofiqah memilih ruang cinta yang sunyi.

Pada Agustus 2025 dan 2026, ia dan suami memboyong Gilang berkelana berlibur ke Filipina.

Selama sepuluh hari penuh, mereka hanya pergi bertiga.

Mereka berfoto di depan Hotel Luna yang klasik serta berjalan berpelukan di jembatan layang pinggir laut di Pagudpud.

Perjalanan itu menjadi waktu khusus bagi mereka untuk memeluk dunia Gilang dengan penuh rasa syukur.

Ketangguhan batin seorang ibu diuji secara nyata saat Ramadan.

Tanpa ditemani suami, Rofiqah membawa Gilang umrah di tengah ketegangan politik konflik Iran.

Ujian batin memuncak saat Gilang sempat hilang dan terpisah selama satu jam di tengah lautan manusia di Masjidil Haram.

Di titik kritis itu, ia tidak panik.

Didikan mental dari suaminya membuat Rofiqah menjadi manajer krisis yang sangat tenang hingga akhirnya Gilang bisa ditemukan kembali.

Tiga Kunci Melansia dengan Damai

Kategori :