Melansia dengan Anggun dan Damai ala Dr Rofiqah Rosidi di Malang

Minggu 04-10-2026,19:11 WIB
Reporter : Ariful Huda
Editor : Novi Triawan

Momen sederhana ini menyimpan cerita mendalam tentang satu fase hidup yang pasti dihadapi semua orang, yakni bagaimana menjadi lansia yang damai dan bahagia.

Dari TV Hitam-Putih hingga Jip Hardtop 1981

Bagi perempuan kelahiran 1967 ini, arti ulang tahun terus berubah seiring usia.

Waktu kecil di keluarga santri yang sederhana, ia tidak mengenal pesta tiup lilin.

Ulang tahun baginya dulu hanyalah tontonan di televisi hitam-putih tetangga yang antenanya setinggi bambu.

Saat remaja dan nyantri di Kediri, hari lahir justru diisi dengan berpuasa dan makan malam ala kadarnya bersama teman sekamar.

BACA JUGA:Keji, Lansia di Surabaya Disekap Selama Setahun Demi Kuras Harta Rp6 Miliar

Cerita berubah manis saat ia kuliah di Malang dan bertemu belahan jiwanya, Sakban Rosidi.

Mereka menikah pada 1988 saat Rofiqah masih duduk di semester lima.

Sejak menikah, sang suami memiliki prinsip unik.

Sakban kurang suka merayakan hari lahir karena baginya yang wajib dirayakan secara istimewa adalah ulang tahun pernikahan.

Sebab, mempertahankan pernikahan adalah sebuah prestasi dan hasil perjuangan bersama.

Perjalanan cinta mereka tidak selalu mulus, apalagi modal menikahnya mandiri sejak mahasiswa.

Namun, Sakban selalu meyakinkan istrinya.

Sang suami mengibaratkan cinta mereka seperti jip Toyota Hardtop FJ40 tahun 1981 miliknya yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun.

Sakban pula yang menjadi pelindung hidup Rofiqah dengan mendukung, membiayai, hingga mengantarkannya meraih gelar doktor.

Kategori :