Melansia dengan Anggun dan Damai ala Dr Rofiqah Rosidi di Malang

Minggu 04-10-2026,19:11 WIB
Reporter : Ariful Huda
Editor : Novi Triawan

Kini, memasuki gerbang lansia, Rofiqah membawa misi melansia dengan damai dan anggun.

Menurut ilmu psikologi dari Linden L. Nelson, kedamaian di usia tua bukan berarti mengurung diri atau pasrah tanpa melakukan apa-apa.

Kedamaian sejati adalah kepribadian yang aktif dan dibagi menjadi dua bagian utama.

Bagian pertama adalah damai intrapersonal atau damai dengan diri sendiri.

Kuncinya terdiri atas tiga hal.

Pertama adalah self-acceptance atau menerima diri apa adanya.

Artinya, seseorang ikhlas menerima tubuh yang mulai menua, rambut memutih, dan masa lalu yang mungkin tidak sempurna tanpa penyesalan.

Kedua adalah self-compassion atau welas asih pada diri sendiri.

Sederhananya, seseorang harus lembut pada diri sendiri saat berbuat salah dan tidak memaksakan diri.

Ketiga adalah non-violence toward self atau tidak melakukan kekerasan pada mental sendiri.

Artinya, berhenti mengeluh atau memarahi diri sendiri karena stamina yang mulai melambat.

Rofiqah mencontohkan hal ini pada tahun kuliah 2026/2027.

Kampus tempatnya mengajar dipindahkan ke daerah Precet yang sangat jauh dan memakan waktu empat jam pergi-pulang.

Daripada memaksakan diri naik motor yang berisiko atau naik bus yang menguras tenaga, Rofiqah memilih sadar untuk melambat demi menjaga kesehatannya.

Di sinilah pentingnya sifat humility atau kerendahan hati.

Lansia yang memiliki kerendahan hati tidak akan stres karena menyadari mereka bukan lagi superwoman yang bisa melakukan segalanya sendirian.

Kategori :