Bayang Cinta Tanpa Kepastian (6): Garis Batas yang Harus Diikhlaskan

Sabtu 03-10-2026,06:03 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Malam itu Umar justru menghubungi Sasa, memecah keheningan yang panjang.

“Sa.”

“Hmm?”

“Aku dengar Ibra masih marah sama teman-temanku.”

“Aku akan selesaikan.” Sasa menghela napas berat, merasakan beban hidup berhimpit di dadanya.

“Terima kasih.”

Hening beberapa saat, hanya menyisakan desah napas di ujung telepon.

Kemudian Sasa berkata pelan, hampir tak terdengar:

“Mar, boleh satu pertanyaan terakhir?”

“Apa?”

BACA JUGA:Bayang Cinta Tanpa Kepastian (2): Garis Batas Masa Lalu dan Masa Depan

“Kalau suatu hari aku sendiri lagi… apa benar-benar gak ada kemungkinan buat kita?”

Pertanyaan itu membuat Umar lama terdiam, menimbang sisa-sisa rasa di antara puing masa lalu.

Sasa menunggu dalam debar yang menyakitkan.

Akhirnya Umar menjawab dengan suara tenang namun pasti:

“Aku gak mau kasih kamu harapan yang mungkin gak bisa aku tepati.”

Kategori :