Di sisi lain, HP tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif. Teknologi memberikan banyak peluang bagi anak muda, seperti mengikuti pembelajaran, mendapatkan informasi, membangun jaringan, mempromosikan karya, menjalankan bisnis, mempelajari keterampilan, membuat konten, mencari pekerjaan, membangun komunitas, dan berkomunikasi dengan orang yang berada jauh.
BACA JUGA:5 Tips Agar Tidak Terdistraksi HP dan Tetap Khusyuk di Bulan Ramadan
Karena itu, persoalannya bukan HP harus dijauhi, melainkan bagaimana perangkat tersebut digunakan.
Masalah Utamanya adalah Hilangnya Kendali
Persoalan yang lebih penting terletak pada hubungan manusia dengan teknologi. Jika seseorang mampu menggunakan HP ketika membutuhkan dan meletakkannya ketika tidak diperlukan, penggunaannya relatif terkendali.
Sebaliknya, jika seseorang terus merasa harus memeriksa HP, sulit berhenti, mengorbankan tidur, mengabaikan kewajiban, atau merasa gelisah ketika tidak memegang perangkat, kebiasaan tersebut perlu dievaluasi.
Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar berapa kali seseorang menyentuh HP, tetapi apakah ia masih mampu menentukan kapan harus menggunakan dan kapan harus berhenti.
Membangun Kebiasaan Digital yang Sehat
Mengatasi persoalan ini tidak cukup dengan mengatakan kepada anak muda agar mengurangi penggunaan HP. Upaya tersebut perlu menyentuh akar masalah.
Pertama, membangun kesadaran diri dengan membedakan penggunaan karena kebutuhan dan penggunaan karena kebosanan.
Kedua, menciptakan ruang tanpa HP, misalnya saat makan, belajar, berdiskusi, berkumpul bersama keluarga, atau menjelang tidur.
Ketiga, memperkuat aktivitas di dunia nyata melalui olahraga, organisasi, kegiatan sosial, membaca, berkesenian, dan interaksi langsung.
Keempat, meningkatkan literasi digital di keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat agar kemampuan menggunakan teknologi berjalan seiring dengan kemampuan mengendalikannya.
Kelima, memperkuat tanggung jawab platform dan pemerintah dalam melindungi pengguna muda. Pemerintah Indonesia telah memperkuat kebijakan perlindungan anak di ruang digital melalui PP Nomor 17 Tahun 2025, termasuk ketentuan mengenai klasifikasi konten, verifikasi usia, kontrol orang tua, dan perlindungan privasi anak.
Generasi yang Hidup di Dua Dunia
Kecenderungan anak muda menggunakan HP secara intensif merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan. Teknologi semakin mudah diakses, media sosial menyediakan hiburan tanpa batas, sistem rekomendasi mempertahankan perhatian, lingkungan sosial mendorong seseorang tetap terhubung, sementara kebosanan membuat HP menjadi pelarian.