pupuk
iklan ulta memorandum

Pelantikan Rektor UINSA Disambut Gelombang Penolakan

Pelantikan Rektor UINSA Disambut Gelombang Penolakan

Aksi penolakan pengangkatan rektor baru UINSA terlihat dari spanduk, meme dan komentar negatif di medsos.-istimewa-

SURABAYA,MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pelantikan Akh. Muzakki sebagai Rektor definitif UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya oleh Menteri Agama, Selasa 15 September 2026, disambut gelombang penolakan. Spanduk, meme, komentar di media sosial hingga seruan aksi mewarnai respons sejumlah dosen, guru besar, alumni, dan mahasiswa.

Penolakan muncul dalam beragam bentuk. Sebuah spanduk yang terpasang di jembatan penyeberangan di depan kampus UINSA, Jalan A. Yani, memuat tulisan “Tolak Rektor Muzakki 2 Periode.” 

BACA JUGA:Ketua DPRD Jatim: Pencopotan Purbaya Dapat Perbaiki Hubungan Keuangan Pusat-Daerah

Di media sosial, beredar pula ungkapan “UINSA Berduka” serta sejumlah ajakan untuk melakukan aksi, termasuk seruan boikot terhadap aktivitas kampus.

Kritik terhadap pelantikan bahkan dikemas dalam bentuk satire. Salah satu meme menggambarkan Muzakki sedang mencium Menteri Agama dengan tulisan bernada humor, “Makacih Papa, makacih...” Meme tersebut menjadi bagian dari ekspresi kritik warganet terhadap keputusan pengangkatan rektor.

BACA JUGA:Achmad Hidayat Buka Suara Usai Dipecat PDIP, Singgung Dana Saksi Rp1 Juta per TPS

Di kalangan dosen, penolakan disampaikan secara terbuka oleh Dr. Hermanto Jakfar. Ia menyatakan keberatan terhadap pengangkatan kembali Muzakki sebagai rektor.

BACA JUGA:Mahasiswa UINSA Surabaya Tuntut Transparansi dan Pergantian Rektor Definitif

“Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Akh Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik ini diduga melakukan tindak pidana dari pengaduan masyarakat," ujar Hermanto.

BACA JUGA:Forum Penyelamat UINSA Desak Menteri Agama Segera Tetapkan Rektor Definitif

Sorotan juga datang dari Forum Guru Besar UINSA. Forum tersebut menilai persoalan kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian figur, tetapi juga menyangkut tata kelola dan suasana akademik di kampus.

“Kami menolak karena tata kelola yang dilakukan banyak menimbulkan kegaduhan di kampus UINSA,” kata Prof. Ghazali Said, juru bicara Forum Guru Besar UINSA.


Mini kidi--

Dari kalangan alumni, A.Bajuri, wakil ketua umum Ikatan Alumni UINSA (Ika UINSA), mendesak Menteri Agama mengevaluasi kembali keputusan pengangkatan Muzakki. “Jika rektor UINSA diperiksa kejaksaan, ini akan membuat nama baik UINSA tercoreng,” ujarnya.

Sumber:

Berita Terkait