OTT KPK Suap HGB BPN Bogor, 8 Tersangka Termasuk Dirjen ATR/BPN Lampri
Konferensi pers KPK terkait OTT kasus dugaan suap HGB BPN Kabupaten Bogor, Selasa 15 September 2026.-istimewa-
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – KPK menetapkan delapan tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kantor BPN Kabupaten Bogor, setelah mengamankan 19 orang pada Senin, 14 September 2026.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, 19 orang tersebut diamankan tim KPK di sejumlah wilayah Jabodetabek sebelum dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Mini kidi--
"Dari rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini, Tim KPK mengamankan sejumlah 19 orang yang tersebar di wilayah Jabodetabek pada Senin, 14 September 2026. Selanjutnya, ke-19 orang tersebut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan kegiatan penyelidikan lanjutan atau meminta keterangan," kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa 15 September 2026.
BACA JUGA:KPK Tetapkan Presdir Summarecon Adrianto Pitojo Adhi Tersangka Suap HGB Bogor
Setelah melakukan gelar perkara dan menemukan dugaan tindak pidana korupsi serta kecukupan alat bukti, KPK menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan dan menetapkan delapan orang sebagai tersangka.
"Setelah ditemukan adanya dugaan peristiwa pidana tindak pidana korupsi, maka dalam gelar perkara di tingkat pimpinan, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan. Setelah ditemukan kecukupan alat bukti pada tahap penyidikan, KPK kemudian menetapkan delapan orang sebagai tersangka," ujarnya.
BACA JUGA:KPK Tetapkan 8 Tersangka Suap HGB, 4 Disebut Orang Kepercayaan Menteri Nusron
Delapan tersangka tersebut yakni:
1. Lampri (LMP), Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN.
2. Sontang Coin Manurung (SON), Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I.
BACA JUGA:Profil dan Harta Lampri, Dirjen ATR/BPN yang Terjaring OTT KPK Punya Toyota Rp 555 Juta
3. Adrianto Pitojo Adi (ADR), Direktur Utama Summarecon.
4. Fahd El Fouz (FEZ), pihak swasta yang diduga sebagai orang kepercayaan menteri.
Sumber:







