Kenapa Anak Muda Sering Main HP? Ini Penyebab dan Dampak Ketergantungan Digital

Rabu 16-09-2026,07:24 WIB
Reporter : Ahmad Rizqi Maulana
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Persoalan semakin kompleks karena platform digital menggunakan sistem rekomendasi untuk menyajikan konten yang berpotensi mempertahankan perhatian pengguna.

BACA JUGA:Rekomendasi HP Stylus Terbaik untuk WFA dan Kreator dengan Budget Terjangkau

Video pendek, gulir tanpa batas, notifikasi, komentar, tanda suka, dan pesan memberikan rangsangan secara terus-menerus. Pengguna tidak perlu aktif mencari hiburan karena konten datang silih berganti.

Pola tersebut dapat membuat penggunaan HP berubah dari aktivitas yang disengaja menjadi kebiasaan otomatis.

Dorongan Sosial dan FOMO

Bagi sebagian anak muda, HP juga berkaitan dengan kebutuhan sosial. Media sosial menjadi ruang untuk menunjukkan aktivitas, membangun pertemanan, mengikuti tren, dan mengetahui kehidupan orang lain.

Fenomena fear of missing out (FOMO) atau kekhawatiran tertinggal informasi, tren, percakapan, dan aktivitas orang lain turut mendorong seseorang terus memeriksa HP.

BACA JUGA:Jangan Dilewatkan! Ini Rekomendasi HP di Bawah Rp 5 Juta yang Cocok Dibeli Pakai THR Lebaran 2026

Notifikasi yang masuk juga dapat memunculkan dorongan untuk segera membuka perangkat. Dengan demikian, penggunaan HP tidak hanya didorong hiburan, tetapi juga kebutuhan untuk tetap terhubung dengan lingkungan sosial.

Bosan hingga Menjadi Kebiasaan Refleks

Alasan lain yang sederhana adalah kebosanan. Saat menunggu, bepergian, duduk sendirian, atau tidak memiliki aktivitas, HP menjadi pilihan paling mudah.

Pola yang terbentuk bisa berupa bosan, membuka HP, mendapatkan hiburan, merasa nyaman, kemudian mengulanginya. Bahkan, seseorang dapat membuka HP secara otomatis meski tidak ada pesan atau informasi penting.

BACA JUGA:Daftar HP Rp 2 Jutaan Turun Harga Flash Sale Maret 2026, Pilihan Kado Lebaran Hemat

Artinya, persoalannya bukan hanya durasi penggunaan, tetapi kebiasaan refleks mencari stimulasi dari layar.

Keluarga dan Pola Pengasuhan

Kebiasaan digital juga dipengaruhi lingkungan keluarga. Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan keluarga sebagai lingkungan pertama dan terdekat bagi anak dalam membangun kebiasaan digital. Orang tua tidak hanya perlu mengawasi, tetapi juga memberikan contoh penggunaan internet yang sehat.

Kategori :