BANGKALAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Muh Zainul Qomar, SAg, MSi, mengisyaratkan puncak musim hujan mulai terjadi pada Februari hingga Maret 2006 mendatang.
“ Anomali siklus musim itu, atau puncak musim hujan, sudah menggejala di Jawa Timur. Termasuk di Kabupaten Bangkalan tentunya,” Jelas Qomar, sapaan akrab Kepala BPBD, Senin, 9 Februari 2026.
Dalam rentang waktu itulah, puncak musim hujan diprediksi bakal berpotensi acaman bencana hidrometereologi .
BACA JUGA:BPBD Jatim Ikuti Sekolah Singkat Kebencanaan di Jepang untuk Penguatan Mitigasi Bencana
Mini Kidi--
Termasuk di Kabupaten Bangkalan. Faktanya hampir setiap tahun kabupaten yang membawahi 18 kecamatan dengan 273 desa dan 8 kelurahan, ini kaprah menjadi langganan beberapa jenis bencana spesifik hedrometeorologi.
Sebagian wilayah kabupaen di ujung Barat Pulau Madura itu, menurut Qomar, latah menjadi langganan musibah banjir bandang dan longsor bukit di kawasan araeal penambangan batu kapur.
” Untuk itu, kepada warga, termasuk anggota Forkopimcam di beberapa kawasan rawan banjir dan longsoran bukit, aya harap sudah waktunya meningkatkan kewaspadaan,” pesan Qomar.
Ini patut dan penting dicermati. Jika sewaktu-waktu musibah terjadi, segara langkukan langkah-langkah koordinasi terstruktur mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga ke tinkat Kabupaten.
” BPBD dan anggota Forkompimda di tingkat Kabupaten, kami pastikan akan selalu ready (siaga-Red),” tegas Qomar. Ini harus dilakukan agar jika sewaktu-waktu ada musibah, kesigapan mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, segera sigap melakukan langkah-langkah antisisipasi secara terkoordinir.
Ada beberapa jenis bencana hidrometeorologi saat puncak musim hujan tiba. Diantaranya hujan lebat berkepanjangan, tiupan angin kencang, banjir bandang, serta bencana longsor dia areal penambangan bukit kapur.
” Gelombang besar dan arus deras, kadang diwarnai rob atau air laut pasang, juga kaprah terjadi di perairan Selat Madura, tempat ribuan nelayan di 9 kecamaan pesisir, Kabupaten Bangkalan, berburu rejeki dari hasil laut,” tandas Qomar. Ini juga patut diwaspadai oleh para nelayan.
BACA JUGA:Perkuat Ketangguhan Desa, UBP Grati Bersama BPBD Gelar Simulasi Penanganan Bencana
Sebagai bentuk kewaspadaan, berdasar renteten musibah tahun-tahun sebelumnya, Qomar mengisyaratkan beberapa wilayah kecamatan rawan bencana di Kabupaten Bangkalan. Diantaranya, Kecamatan Blega, Arosbaya, Sepulu, Socah, Kamal dan Kecamatan Bangkalan Kota, masuk katagori rawan bencana banjir bandang.