Masuki Puncak Musim Hujan, BPBD Ingatkan Warga Waspadai Banjir Bandang dan Bukit Longsor

Selasa 10-02-2026,09:15 WIB
Reporter : Herry Sunaryo
Editor : Muhammad Ridho

Potensi itu kaprah terjadi lantaran beberapa kecamatan itu diapit oleh aliran sungai besar. Sebagian juga berada di baswah ketinggian bukit. Di sisi lain, beberapa kecamatan juga dipetakan sebagai kawasan  rentan  terjadinya bencana longsor.

BACA JUGA:Sepanjang 2025 BPBD Surabaya Tangani Lebih dari 18 Ribu Kejadian Darurat Non Bencana

Kawasan rawan longsor, itu  antara lain ada di areal penambangan  bukit kapur di Desa Buduran dan Desa Barbeluk, Kecamatan Arosbaya,  Desa  Jaddih dan Parseh di Kecamatan Socah,  bukit Desa Morombuh, Kecamatan Kwanyar, Bukit Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Bukit Kampek di Desa Pengolangan, Kecamatan Burneh, serta bukit  Desa Kampak di  Kecamatan Geger.

“Beberapa kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Sepulu, Kokop, Galis, Blega dan Kecmatan Konang, juga cukup rentan terjadi musibah bukit longsor. Sebab di  beberapa kecamatan itu juga banyak areal penambangan di areal bukit kapur,” kata Zainul.

BACA JUGA:BPBD Jatim Gandeng BKOW Dorong Perempuan Jadi Garda Depan Kesiapsiagaan Bencana

Hampir setiap tahun, musibah longsoran bukit di sejumlah kecamatan rawan itu kerap kali meminta korban jiwa. Seperti Maret 2021 lalu, musibah bencana longsor kembali terjadi di areal penambangan bukit kapur Dusun, Plebunan,   Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya. 

Saat itu,  Badrun (60) , penambang sepuh asal Dusun Plebunan, tewas di TKP tertimpa longsoran dinding bukit. “Jadi sekali lagi, ketika curah hujan mulai tinggi, apa lagi dibarengi  angin kencang, kami berharap agar semua warga, terutama disejumlah kecatamatan  rawan musibah, agar lebih meningkatkan kewaspadaan,” harap Qomar. (ras).

Kategori :