Potensi itu kaprah terjadi lantaran beberapa kecamatan itu diapit oleh aliran sungai besar. Sebagian juga berada di baswah ketinggian bukit. Di sisi lain, beberapa kecamatan juga dipetakan sebagai kawasan rentan terjadinya bencana longsor.
BACA JUGA:Sepanjang 2025 BPBD Surabaya Tangani Lebih dari 18 Ribu Kejadian Darurat Non Bencana
Kawasan rawan longsor, itu antara lain ada di areal penambangan bukit kapur di Desa Buduran dan Desa Barbeluk, Kecamatan Arosbaya, Desa Jaddih dan Parseh di Kecamatan Socah, bukit Desa Morombuh, Kecamatan Kwanyar, Bukit Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Bukit Kampek di Desa Pengolangan, Kecamatan Burneh, serta bukit Desa Kampak di Kecamatan Geger.
“Beberapa kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Sepulu, Kokop, Galis, Blega dan Kecmatan Konang, juga cukup rentan terjadi musibah bukit longsor. Sebab di beberapa kecamatan itu juga banyak areal penambangan di areal bukit kapur,” kata Zainul.
BACA JUGA:BPBD Jatim Gandeng BKOW Dorong Perempuan Jadi Garda Depan Kesiapsiagaan Bencana
Hampir setiap tahun, musibah longsoran bukit di sejumlah kecamatan rawan itu kerap kali meminta korban jiwa. Seperti Maret 2021 lalu, musibah bencana longsor kembali terjadi di areal penambangan bukit kapur Dusun, Plebunan, Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya.
Saat itu, Badrun (60) , penambang sepuh asal Dusun Plebunan, tewas di TKP tertimpa longsoran dinding bukit. “Jadi sekali lagi, ketika curah hujan mulai tinggi, apa lagi dibarengi angin kencang, kami berharap agar semua warga, terutama disejumlah kecatamatan rawan musibah, agar lebih meningkatkan kewaspadaan,” harap Qomar. (ras).