Pihaknya berharap, konsistensi penerapan kebijakan ini dapat mewujudkan Surabaya sebagai Kota Ramah Anak yang sesungguhnya. Ia ingin mencetak generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi dan bijak berteknologi.
"Membatasi penggunaan HP ini bukan melarang, agar anak-anak ke depan menjadi pemimpin yang lebih bijak melalui interaksi sosial, jiwa sosial, dan penggunaan HP yang positif," pungkasnya.(alf)