Warga Serbu Pasar Murah Surabaya, Wali Kota Eri Pastikan Tambah Pasokan Bulog dan Berbagi Sembako Gratis
Gerakan Pasar Murah di Sambikerep.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Antusiasme warga Kota Pahlawan terhadap Gerakan Pasar Murah (GPM) dan pasar murah serentak di 31 kecamatan benar-benar luar biasa.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Jumat 13 Maret 2026, komoditas pangan yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diserbu warga hingga beberapa stok dilaporkan habis sebelum waktu yang ditentukan.
BACA JUGA:Wali Kota Eri Cahyadi Tinjau Pasar Murah Simomulyo Baru, Polsek Sukomanunggal Pastikan Keamanan

Mini Kidi Wipes.--
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, didampingi Ketua TP-PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, turun langsung melakukan pengecekan di Balai RW 5 Lempung untuk memastikan distribusi logistik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah tetap berjalan lancar.
Melihat fenomena beberapa komoditas yang ludes lebih awal, Wali Kota Eri Cahyadi meminta masyarakat tidak perlu merasa khawatir.
BACA JUGA:Kejari Kota Malang Dukung Pasar Murah Pemkot untuk Jaga Stabilitas Harga Sembako
Meskipun stok awalnya disiapkan untuk durasi empat hari, tingginya permintaan membuat pasokan pada hari ketiga terserap sangat cepat.
"Alhamdulillah pasar ini sudah berjalan ke hari ketiga, tapi memang sudah ada stok yang habis karena antusiasme warga. Kami sudah berkoordinasi untuk menambah lagi pasokan dari Bulog," ujar Eri Cahyadi di sela kunjungannya.
Ia merinci bahwa bahan pangan yang paling banyak diburu adalah cabai, telur, bawang merah, dan bawang putih. Sementara itu, untuk komoditas utama seperti beras, ia menjamin stok di gudang Bulog masih sangat melimpah untuk memenuhi kebutuhan warga Surabaya.
BACA JUGA:Pasar Murah Simomulyo Baru Diserbu Warga, Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Stok Pangan Aman
Tak sekadar menjual bahan pangan di bawah harga pasar, Pemkot Surabaya juga menyisipkan agenda sosial. Secara simbolis, Eri membagikan sekitar 100 paket sembako gratis kepada warga kategori desil 1 atau masyarakat kurang mampu di lokasi tersebut.
"Kita ingin menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan berbagi. Bagi warga kita yang berada di desil 1, kita berikan bantuan agar mereka bisa merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran. Kita yang memiliki kelebihan sudah semestinya membantu yang benar-benar membutuhkan," imbuhnya.
Program ini pun mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Dwi Indarti (38), salah seorang warga Lempung Perdana, mengaku sangat terbantu dengan adanya intervensi harga melalui pasar murah ini di tengah tren kenaikan harga pangan menjelang Idulfitri.
Sumber:





