Penghujung Ramadan, Warga Aceh Tamiang Ramai Berburu Takjil dan Belanja Kebutuhan Lebaran
Warga memadati kawasan Kota Kuala Simpang Aceh Tamiang untuk berburu takjil dan belanja kebutuhan Lebaran.--
ACEH TAMIANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Aktivitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang kembali ramai menjelang Hari Raya Idulfitri dengan warga memadati kawasan Kota Kuala Simpang untuk berburu takjil dan berbelanja kebutuhan Lebaran, Jumat 13 Maret 2026.
Keramaian tersebut menandai pulihnya aktivitas masyarakat setelah wilayah itu sempat dilanda banjir pada akhir November tahun lalu.

Mini Kidi Wipes.--
Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan pusat kota dipadati warga yang mencari berbagai hidangan takjil.
Beragam pedagang menjajakan makanan mulai dari gorengan, minuman segar, hingga berbagai menu hidangan berbuka puasa.
BACA JUGA:Anak-Anak Aceh Tamiang Antusias Program MBG, Menu Ayam, Daging Lembu hingga Buah Segar
Selain pedagang makanan, sejumlah toko pakaian juga ramai dikunjungi masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan menjelang Idulfitri.
Meningkatnya aktivitas jual beli tersebut menjadi salah satu tanda pemulihan kehidupan masyarakat setelah terdampak bencana banjir.
Seorang pedagang kebab di kawasan tersebut mengaku mampu meraih pendapatan hingga sekitar Rp1 juta per hari selama Ramadan.
BACA JUGA:Merawat Harapan Pascabanjir, Jejak Pendampingan Teman Baik untuk Warga Aceh Tamiang
Sementara itu, pedagang kopi Aceh di Kota Kuala Simpang, Amrul Nazri, mengatakan kondisi ekonomi masyarakat pascabanjir sempat menyulitkan para pedagang.
Menurutnya, kehadiran relawan turut membantu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di warungnya.
“Keadaan setelah banjir memang terasa sulit. Tapi sejak ada relawan dari Akpol, IPDN, bersama TNI yang sering singgah di kedai saya, alhamdulillah ada rezeki untuk saya,” ujarnya.

Gempur Rokok Ilegal.--
Ia menambahkan warungnya mulai kembali ramai dikunjungi pelanggan sekitar dua minggu setelah banjir melanda wilayah tersebut.
“Waktu ada relawan bersama TNI, alhamdulillah bisa dapat bersih sekitar satu juta rupiah per hari,” katanya.
Di sisi lain, suasana sejumlah masjid di Aceh Tamiang mulai lebih lengang menjelang akhir Ramadan.
BACA JUGA:Perjuangan Kantah Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
Hal tersebut terjadi karena sebagian masyarakat mulai fokus mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.
Ramainya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran menjadi tanda bahwa Aceh Tamiang perlahan bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal setelah sempat dilanda bencana banjir.
Sumber:





