selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Berkat Program MBG, Usaha Tempe di Sukoharjo Naik 100 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru

Berkat Program MBG, Usaha Tempe di Sukoharjo Naik 100 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru

Sejak pagi hari, aroma kedelai rebus sudah tercium dari rumah produksi tempe milik Ozy.-Foto:Istimewa.-

SUKOHARJO, MEMORANDUM.DISWAY.IDProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

Salah satu contohnya dirasakan oleh Ozy (30), pengusaha tempe di Desa Jatimalang, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo.

Sejak pagi hari, aroma kedelai rebus sudah tercium dari rumah produksi tempe milik Ozy. Bersama istrinya, ia menjalankan usaha rumahan yang kini semakin sibuk setelah mendapat pesanan dari dapur program MBG.

Ozy menuturkan bahwa usaha tersebut tidak langsung berkembang besar. Ia memulai perjalanan usahanya dengan bekerja pada pengusaha tempe lain untuk mempelajari proses produksi hingga cara memasarkan produk.

Setelah memiliki cukup pengalaman dan sedikit modal, ia memutuskan membuka usaha sendiri bersama sang istri.

BACA JUGA:Program MBG Buka Lapangan Kerja, Penyandang Disabilitas di Sukoharjo Kini Punya Penghasilan


Mini Kidi Wipes.--

Pada awalnya, produksi tempe yang dihasilkan sekitar satu kuintal per hari. Hasil produksi itu dipasarkan ke pasar tradisional seperti Pasar Tawangsari serta dijual kepada pedagang sayur keliling dan sejumlah warung makan di sekitar wilayahnya.

Namun situasi berubah dalam beberapa bulan terakhir. Usaha tempe milik Ozy mulai dipercaya untuk memasok kebutuhan bahan makanan ke beberapa dapur MBG yang beroperasi di wilayah Sukoharjo.

Menurutnya, saat ini ia menyuplai tempe ke sekitar enam dapur MBG. Setiap dapur biasanya memesan sekitar 250 hingga 300 potong tempe dalam sekali pengiriman, dengan frekuensi pengiriman dua kali dalam seminggu.

Lonjakan permintaan tersebut membuat kapasitas produksinya meningkat pesat.

Dari sebelumnya sekitar satu kuintal per hari, kini produksi tempe Ozy mencapai dua kuintal setiap hari atau meningkat hingga 100 persen.

Peningkatan produksi itu berdampak langsung pada perkembangan usahanya. Dengan tambahan pendapatan, Ozy mulai memperbaiki fasilitas produksi dan menambah peralatan kerja.

BACA JUGA:Anak-Anak Aceh Tamiang Antusias Program MBG, Menu Ayam, Daging Lembu hingga Buah Segar


Gempur Rokok Ilegal.--

Ia bahkan berhasil membeli mesin khusus untuk membantu proses pencucian dan penggilingan kedelai sehingga produksi menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain itu, berkembangnya usaha tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. Ozy kini merekrut beberapa tetangganya untuk membantu proses produksi tempe setiap hari.

Bagi Ozy, kemajuan usahanya bukan hanya soal peningkatan keuntungan, tetapi juga kesempatan untuk berbagi manfaat dengan lingkungan sekitar.

Ia berharap program MBG dapat terus berjalan karena dinilai mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi anak-anak sekolah yang menerima makanan bergizi, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Jika suatu saat memiliki kesempatan bertemu Presiden Prabowo Subianto, Ozy mengaku ingin menyampaikan rasa terima kasih secara langsung atas program yang menurutnya telah membantu perkembangan usahanya.


Sumber:

Berita Terkait