karena Intan sudah tidak lagi bertanya,
tidak lagi menuntut,
tidak lagi menangis.
Ia tak sadar, diam itu bukan tanda mengerti.
Diam adalah tanda menyerah.
Sampai suatu hari, Intan berhenti menjelaskan dirinya.
Berhenti membela perasaannya.
Berhenti berharap pada seseorang yang selalu merasa paling benar.
Ia tidak pergi dengan marah.
Tidak dengan dendam.
Hanya dengan kesadaran bahwa bertahan dalam hubungan
di mana perasaan terus dipatahkan oleh ego
adalah bentuk kehilangan diri sendiri.
Bintang baru menyadari segalanya ketika rumah terasa asing.
Bukan karena kosong,
tapi karena tak lagi hangat.