Helmy menambahkan, menggunakan jasa maklon dalam negeri dinilai lebih aman dan efisien dibanding harus memproduksi di luar negeri.
“Risiko maklon di luar negeri itu besar, ada scam, komplain susah, beda regulasi. Kita justru harus mendukung pabrik di kota sendiri. Dan terbukti, pabriknya Mash Moshem ini cukup bagus dan bersih,” tegasnya.
Sementara itu, COO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Fillia Setri, mengungkapkan alasan perusahaan memilih tumbuh dan berkembang di Tulungagung. Selain faktor emosional, ada misi ekonomi yang ingin dibangun bersama masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Polres Tulungagung Peringati Isra Mikraj, Teguhkan Keimanan dan Ketakwaan Personel
“Saya lahir di Tulungagung, jadi ingin memberi dampak di sini. Sebagai maklon, kami harus punya HPP yang bagus supaya produk klien punya nilai jual dan UMKM bisa bersaing,” ujar Scorpi.
Menurutnya, efisiensi dan kualitas SDM menjadi kunci agar produk yang dihasilkan kompetitif, bahkan mampu bersaing di pasar global.
“Saat ini kami mendampingi sekitar 1.700 brand dengan total 7.000 SKU varian produk. Ada juga klien dari mancanegara, sehingga standar kami sudah internasional. Kalau soal pertumbuhan bisnis ini dalam 3–5 tahun terakhir sustain dan terus growth, terutama di skincare, makeup, dan bodycare,” jelasnya.
BACA JUGA:FK Patuh Bersama UIN Satu Tulungagung Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji di Asrama Haji Surabaya
Tak hanya menyasar brand besar, Mash Moshem juga membuka peluang bagi UMKM untuk punya merek sendiri. Salah satunya melalui program produksi skala kecil.
“Di sini banyak UMKM, tentu kami juga ingin tumbuh bersama mereka, kami punya program yang menjembatani UMKM, yakni mulai pesan 100 pcs, dengan harga sekitar Rp 10 jutaan. Ini untuk menjembatani UMKM agar bisa punya brand sendiri,” ungkap Scorpi.
Menariknya, meski telah beroperasi lebih dari 13 tahun dan memiliki rekam jejak internasional, manajemen PT Mash Moshem Indonesia tetap memilih tampil sederhana.
BACA JUGA:Kapolres Tulungagung Lanjutkan Silaturahmi ke Sejumlah Tokoh Agama
“Kami lebih fokus ke proses dan dampak. Bukan soal viral atau besar-besaran tampil di depan, tapi bagaimana brand klien bisa tumbuh dan produknya aman untuk konsumen,” kata Scorpi.
Pendekatan rendah hati inilah yang membuat Mash Moshem konsisten bertahan dan berkembang di tengah ketatnya persaingan industri kosmetik. Diam-diam, dari Tulungagung, perusahaan ini ikut memastikan produk kecantikan yang beredar di pasaran layak dipercaya sekaligus mendorong lahirnya brand-brand lokal yang berdaya saing global. (fir/fai)