PMII Tulungagung Gelar Aksi Simbolik Berpakaian Hitam di Depan Mapolres
Massa PMII menggelar aksi simbolik di halaman Mapolres Tulungagung.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tulungagung menggelar aksi simbolik dengan mengenakan pakaian serba hitam dan memajang lima foto korban dugaan tindakan represif aparat di depan Mapolres, Jumat 27 Februari 2026.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan mahasiswa terhadap sejumlah peristiwa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Meski berlangsung damai, kegiatan itu menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan mapolres.

Mini Kidi Wipes.--
Koordinator Umum Aksi, Muhammad Zainuddin Asror, mengatakan aksi tersebut merupakan simbol duka cita atas berbagai peristiwa yang dinilai mencederai rasa kemanusiaan.
“Aksi simbolik ini sebagai bentuk duka atas tindakan represif yang diduga melibatkan aparat kepolisian hingga menghilangkan nyawa manusia. Ada lima foto korban yang kami bawa dan dipajang di depan Mapolres Tulungagung,” ujarnya.
BACA JUGA:Polres Tulungagung Turun Lapangan, Cek Ketersediaan LPG 3Kg di Bulan Ramadan
Menurutnya, aksi itu juga menjadi sarana mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi masyarakat sekaligus mengingatkan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
“Kami ingin menyuarakan aspirasi masyarakat agar tragedi seperti ini tidak terulang. Kami juga menuntut agar oknum aparat yang terbukti melakukan pelanggaran diproses secara hukum secara transparan,” tegasnya.
BACA JUGA:Jaga Kondusifitas Selama Ramadan, Polres Tulungagung Gelar Patroli Skala Besar
Selain itu, PMII Tulungagung mendorong adanya pembenahan dan reformasi di tubuh institusi kepolisian agar semakin profesional dan dipercaya masyarakat.
“Kami berharap ada reformasi di tubuh Polri secara menyeluruh, transparan, dan amanah sesuai aspirasi masyarakat, serta menghentikan tindakan represif terhadap masyarakat sipil,” imbuhnya.
BACA JUGA:Polres Tulungagung Larang Kegiatan SOTR dengan Sound Horeg
Meski mengangkat isu nasional, ia mengakui hingga saat ini kondisi di Tulungagung relatif kondusif dan belum terjadi kasus serupa.
“Alhamdulillah di Tulungagung belum ada kejadian seperti itu. Harapan kami, kondisi ini terus terjaga dan tidak ada korban berikutnya, terutama generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan penggunaan pakaian hitam oleh peserta aksi memiliki makna simbolis sebagai lambang duka cita.

Gempur Rokok Illegal--
“Baju hitam ini sebagai lambang berduka atas berbagai peristiwa yang terjadi,” pungkasnya.
Aksi berlangsung tertib dan damai. Mahasiswa menyampaikan pesan moral melalui simbol dan poster tanpa mengganggu aktivitas pelayanan di Mapolres Tulungagung. (fir/fai)
Sumber:




