Bulog Tulungagung Gencarkan Serapan Gabah dan Jagung Selama Ramadan 2026
Bulog Tulungagung bersama tim menyerap gabah langsung dari petani di Besuki.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Perum Bulog Cabang Tulungagung menggencarkan penyerapan gabah dan jagung petani selama Ramadan guna mendukung target swasembada berkelanjutan 2026 dengan capaian awal 15 ribu ton gabah dan 5 ribu ton jagung, Jumat 27 Februari 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Setelah berhasil swasembada 2025, pemerintah mencanangkan swasembada berkelanjutan dengan menetapkan target serapan Perum Bulog sebesar 4 juta ton setara beras dan 1 juta ton jagung pipil secara nasional.
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Bulog Gelontor Beras SPHP dan Minyakita di GPM Tulungagung
Perum Bulog Tulungagung sendiri ditargetkan menyerap 64 ribu ton setara beras dan 11 ribu ton jagung pipil. Target tersebut meningkat 52 persen dari target tahun 2025 sebanyak 42 ribu ton setara beras.
Pemimpin Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan target ini menjadi tantangan dalam menjalankan program ketahanan pangan.
BACA JUGA:Bulog Gerak Cepat di Awal Tahun, Serap Hampir 20 Ton Gabah Petani Tulungagung
"Wilayah kerja kami berada pada daerah-daerah sentra produksi padi dan jagung. Kami optimistis target serapan tahun 2026 ini bisa tercapai. Apalagi kami sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, para penyuluh, serta mitra penggilingan dan pengeringan di wilayah kami. Kalau tahun 2025 bisa 100 persen, insyaallah 2026 juga bisa kami optimalkan," ujarnya.
Ditemui di Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki, saat mengecek kegiatan penyerapan gabah oleh tim jemput pangan, Yonas menjelaskan penyerapan dilakukan langsung ke petani.

Gempur Rokok Illegal--
"Kami serap langsung ke petani. Gabah dibeli Rp6.500 per kilogram dengan kondisi sesuai ketentuan pemerintah, antara lain sudah cukup umur panen, bukan gabah muda, serta baru dipanen dan tidak mengendap berhari-hari sehingga tidak rusak. Kondisi gabah perlu diperhatikan karena akan memengaruhi kualitas beras yang dihasilkan. Beras ini nantinya menjadi stok cadangan pangan nasional, sehingga kualitasnya tidak boleh asal-asalan," jelasnya.
Saat ini Perum Bulog Cabang Tulungagung telah menyerap 15 ribu ton gabah kering panen (GKP) dan 5 ribu ton jagung pipil kering.
BACA JUGA:Jelang Nataru, Bulog Pastikan Komoditi Pangan di Tulungagung Stabil
"Ini pencapaian positif. Pada Februari 2025 lalu belum ada realisasi serapan. Saat ini Februari sudah menyerap 15 ribu ton gabah dan 5 ribu ton jagung. Saya optimistis target yang diamanahkan kepada kami bisa tercapai," tegas Yonas.
Selain itu, Perum Bulog Cabang Tulungagung juga menyiapkan gudang alternatif guna menampung hasil panen petani tahun ini.
"Jadi nanti tidak ada lagi kendala kapasitas gudang penuh atau serapan tersendat karena kurangnya ruang penyimpanan. Semua kami antisipasi sejak awal demi mendukung swasembada berkelanjutan," urainya.
BACA JUGA:Sidak Pasar Ngunut, Bulog dan Satgas Pangan Pastikan Ketersediaan Beras untuk Masyarakat
Nyono (56), salah satu petani yang gabahnya dibeli Bulog, mengaku senang dengan program tersebut.
"Harapannya ini terus berlanjut dan kesejahteraan petani semakin baik serta semakin semangat menanam padi," ungkap Nyono. (fir/fai)
Sumber:




