Dulu Rawan Longsor Kini Plengsengan Jalan TMMD Sumenep Rampung 100 Persen
Plengsengan atau tembok penahan tanah yang dibangun melalui program TMMD--
SUMENEP, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kekhawatiran warga Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, saat melintasi jalan yang rawan longsor kini berakhir. Plengsengan atau tembok penahan tanah yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0827/Sumenep telah rampung 100 persen dan kini tampak kokoh.
Sebelumnya, kondisi plengsengan di lokasi tersebut sangat memprihatinkan. Struktur tanah di sisi jalan terkikis air hujan sehingga membuat badan jalan rawan longsor. Warga yang melintas pun harus ekstra hati-hati, terutama saat musim hujan.
BACA JUGA:TMMD Ubah Halaman Pesantren, Santri Miftahul Ulum Kini Lebih Nyaman

Mini Kidi Wipes.--
Melalui program TMMD, Satgas Kodim 0827/Sumenep bersama masyarakat memperbaiki dan membangun kembali tembok penahan tanah agar lebih kuat dan mampu melindungi badan jalan dari erosi.
Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada mengatakan, pembangunan plengsengan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu mengatasi persoalan infrastruktur yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
BACA JUGA:Rehab Masjid Baiturrahman TMMD 127 Rampung, Warga Mandala Nyaman Beribadah
“Kami ingin memastikan jalan yang digunakan masyarakat aman dan tidak lagi membahayakan. Dengan selesainya plengsengan ini, harapannya warga bisa beraktivitas dengan lebih tenang tanpa khawatir longsor,” ujar Letkol Inf Citra Persada saat dikonfirmasi, Selasa 10 Maret 2026.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur melalui TMMD tidak hanya berfokus pada hasil fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Tokoh masyarakat Desa Mandala, H. Rasid, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan plengsengan tersebut. Ia mengatakan, sebelumnya warga sering merasa khawatir saat melintasi jalan itu karena kondisi tanah yang terus terkikis.

Gempur Rokok Ilegal.--
“Dulu kalau lewat sini rasanya was-was, apalagi setelah hujan deras. Sekarang plengsengannya sudah kuat dan rapi, kami merasa lebih aman dan nyaman melintas,” kata H. Rasid.
Ia berharap keberadaan tembok penahan tanah tersebut dapat bertahan lama sehingga akses jalan di desa tetap aman digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sumber:




