Bantuan Combine di Desa Sumbersari Raib, Pemprov Jatim Turun Tangan

Selasa 06-01-2026,15:35 WIB
Reporter : Muhammad Anwar
Editor : Fatkhul Aziz

Menurut W, sebelum alat tiba, pihak desa sempat meminta data kelompok tani dari Poktan Mojosari sebagai calon penerima bantuan.

Namun, setelah menunggu berbulan-bulan, harapan kelompok tani pupus karena bantuan tersebut tidak diserahkan sebagaimana mestinya.

“Begitu combi datang, bukan diserahkan ke kelompok tani. Kami justru diminta uang Rp200 juta,” ungkap W kepada media.

Ia menambahkan, pihaknya sempat meminta tenggang waktu satu hingga dua hari untuk bermusyawarah dengan anggota Gapoktan, namun permintaan tersebut ditolak pihak desa.

BACA JUGA:Bupati Jombang Lepas Kerinduan Santri pada Muassis dalam Napak Tilas Isyaroh NU

“Katanya sudah ada orang lain yang siap menebus hari itu juga,” ujarnya.

Pada hari yang sama, lanjut W, combine harvester tersebut langsung dipindahtangankan kepada almarhum H. Iskandar, dan sejak itu kelompok tani yang tercatat sebagai penerima resmi tidak pernah lagi melihat alat tersebut.

Pascameninggalnya H. Iskandar, keberadaan combine harvester bantuan pemerintah itu kini tidak diketahui. Menurut W, alat tersebut sudah tidak berada di rumah almarhum

BACA JUGA:Sambut Tahun 2026, Bupati Jombang Pantau Car Free Night Pastikan Kenyamanan Warga dan Geliat UMKM

“Saya tidak tahu apakah sudah dijual lagi atau dipindahkan ke tempat lain,” katanya.

Kondisi ini memicu keresahan warga Desa Sumbersari karena bantuan negara yang seharusnya menunjang produktivitas petani diduga justru dinikmati pihak lain.

“Data penerima itu dari warga sini. Tapi alatnya malah dikuasai orang lain. Kami merasa dirugikan,” keluh salah seorang warga.

BACA JUGA:Jambret Tas Pekerja, Dua Remaja di Jombang Ditangkap Warga

Warga mendesak agar combine harvester tersebut dikembalikan kepada kelompok tani yang secara administratif tercatat sebagai penerima bantuan resmi dari Dinas Pertanian Jombang.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Sumbersari, Harianto, masih terus dilakukan. Sementara itu, Camat Megaluh, Ummi Salamah, belum memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp yang dikirimkan hingga pukul 11.20 WIB belum mendapat balasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Ronny mengaku telah mendengar kabar dugaan perjualbelikan bantuan alat dan mesin pertanian berupa combine harvester di wilayah Jombang.

Kategori :