Cerita Warga Mojo dapat Bantuan Rombong dari Baznas Surabaya: Bermanfaat untuk Jualan Gorengan
Askunayah, salah satu penerima manfaat dari Baznaz Surabaya asal Jalan Mojo 3, Gubeng.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bantuan rombong untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dirasakan oleh Askunayah (67), warga Jalan Mojo 3, Gubeng.

Mini Kidi Wipes.--
Askunayah bercerita, rombong yang didapat dari Baznas Surabaya itu dia terima pada Januari 2026. Rombong itu dia jadikan tempat untuk menjajakan gorengan berupa tahu isi, tempe, ote-ote, dan lain sebagainya hasil buatannya.
"Dapat dari kecamatan dua bulan kemarin. Cuma nyerahin KK (kartu keluarga) aja. Terbantu sekali Alhamdulillah. Saya buat jualan gorengan. Jualan gorengan ini sudah sejak lama," ungkap janda 3 anak ini, Senin 9 Maret 2026.
BACA JUGA:Bantuan Gerobak Baznas, Senyum Endah Dwi Agustini Kembangkan Usaha Nasi dan Jus
Dia berjualan gorengan rumahan ini sejak lama. Askunayah sendiri bahkan tidak ingat mulai tahun berapa dia jualan. Namun yang pasti, dia tetap konsisten dan menjadikan usahanya itu sebagai mata pencaharian utamanya.
"Sudah lama sekali pokoknya. Sampai suami saya meninggal, dan satu anak saya juga ikut menyusul (meninggal). Sekarang anak saya yang nomor satu sudah usia 40 tahunan. Sudah hidup sendiri-sendiri," lanjutnya.
BACA JUGA:Ning Ita Lantik Pengurus Baznas Kota Mojokerto 2026–2031, Tekankan Amanah dan Integritas
Sebelum menerima bantuan rombong dari Baznas Surabaya, Askunayah berjualan di depan rumahnya menggunakan meja kecil. Dia memasak gorengan di halaman rumah. Setelah matang dan siap dijajakan, gorengan itu ditata di meja kecil berukuran satu meteran.
"Dulu sebelum ada rombong kalau jualan di depan itu ya pakek meja kecil ini. Sekarang ya pakek rombong ini, ditata di tempat seperti etalase," ungkapnya.
Dulu jualannya sangat terbatas. Cuma pagi hari saja. Itu karena terkendala tempat yang kecil. Sehingga, Askunayah tak pernah membuat gorengan banyak. Kini dengan rombong tersebut, dia buka hingga sore hari. Ada penambahan kuota dagangan.
"Gak pernah jualan banyak dulu. Pagi jualan sampek jam 8-9 itu udah habis ya tutup. Sekarang pagi jualan sampek sore, sehabisnya," pungkasnya.
Sumber:




