selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Bantuan Gerobak Baznas, Senyum Endah Dwi Agustini Kembangkan Usaha Nasi dan Jus

Bantuan Gerobak Baznas, Senyum Endah Dwi Agustini Kembangkan Usaha Nasi dan Jus

Endah Dwi Agustini menunjukkan rombong bantuan dari Baznas Kota Surabaya yang digunakan untuk berjualan nasi dan jus di Jalan Keputran Kejambon Gang II. Bantuan tersebut membantu Endah yang telah berjualan selama 10 tahun untuk menghidupi dua anaknya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Endah Dwi Agustini, warga Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, mendapat bantuan gerobak usaha dari Baznas Surabaya pada tahun 2025. bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pelaku usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usahanya.


Mini Kidi Wipes.--

Endah mengaku, awalnya ditawari bantuan gerobak untuk berjualan nasi dan jus oleh pengurus RW XII Keputran Kejambon Gang II. Setelah melengkapi persyaratan administrasi berupa kartu keluarga (KK) dan KTP,  pengajuan bantuan pun diproses.

 "Sekitar satu bulan kemudian, rombong usaha tersebut dikirim melalui pihak Kelurahan Embong Kaliasin," kata Endah.

BACA JUGA:Ning Ita Lantik Pengurus Baznas Kota Mojokerto 2026–2031, Tekankan Amanah dan Integritas


Gempur Rokok Ilegal.--

Perempuan yang telah berjualan selama kurang lebih 10 tahun itu mengandalkan usahanya untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama dua anaknya. Bantuan rombong tersebut dinilai sangat membantu aktivitas jualannya.

“Gerobak pemberian dari Baznas sangat membantu usaha saya. Sampai sekarang masih saya pakai untuk berjualan dari pagi sampai sore,” ujar Endah.

Sebelum mendapatkan bantuan tersebut, Endah hanya menggunakan gerobak sederhana dengan lebar sekitar satu meter. Kondisinya dinilai kurang layak dan tidak cukup menampung barang dagangannya.

BACA JUGA:HUT Pemkab Gresik Ke-52, Bupati Gus Yani Temani 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Program OASE Baznas

Saat ini, gerobak bantuan Baznas itu masih sesekali dipantau oleh pihak Kelurahan Embong Kaliasin. Ketika petugas kelurahan melintas di kawasan Keputran Kejambon Gang II dan bertemu dengannya, mereka biasanya menanyakan keberadaan gerobak tersebut.

“Kalau sampai ketahuan dijual bisa dimarahi petugas,” tandas Endah. (rio)

Sumber: