LPTNU Award 2026, Apresiasi Tinggi bagi Inovator dan Penjaga Nyala Pendidikan Nahdlatul Ulama
Sejumlah mahasiswa dan dosen turut diganjar penghargaan berkat karya yang inovatif.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) secara resmi menggelar LPTNU Award 2026, sebuah ajang prestisius untuk memberikan penghormatan kepada para ilmuwan, akademisi, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat yang telah mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pengabdian bangsa.
Acara yang dihadiri oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi NU se-Indonesia ini bukan sekadar seremoni. Fokus utamanya tajam, mulai dari pembaruan kurikulum, transformasi metode pembelajaran, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi yang relevan dengan zaman.
BACA JUGA:Konflik Iran-AS Memanas, Pakar Unair Sebut Isu Nuklir Jadi Pemicu Utama

Mini Kidi Wipes.--
Ketua LPTNU, Prof. Dr. H. Ainun Na’im, Ph.D., menegaskan bahwa LPTNU Award 2026 merupakan tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya digelar sebagai bentuk apresiasi resmi organisasi.
“Anugerah LPTNU 2026 ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada PTNU di seluruh Indonesia, khususnya kepada civitas akademika yang telah berprestasi dan mendedikasikan keilmuannya dalam bidang pendidikan tinggi, baik melalui riset maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Ainun Na’im, Rabu, 11 Maret 2026.
Salah satu sorotan utama acara tersebut adalah kategori Ilmuwan Muslim Indonesia dengan Penemuan Berpengaruh. Tiga nama besar naik ke podium kehormatan atas riset mereka yang berdampak nyata.
BACA JUGA:13 Profesor Daftar Calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Periode 2026–2030

Gempur Rokok Ilegal.--
Di antaranya yakni, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., M.P.H., Ph.D. Guru Besar UGM ini diapresiasi atas keberhasilan teknologi nyamuk ber-Wolbachia yang mampu memangkas kasus demam berdarah hingga 77% di Yogyakarta.
Lalu Prof. Irwandi Jaswir, M.Sc., Ph.D., ilmuwan dari IIU Malaysia yang mendunia lewat riset mikroalga untuk pengembangan produk kesehatan halal. Juga Ir. Tri Mumpuni Wiyatno, pendiri IBEKA yang menerangi pelosok negeri melalui inovasi pembangkit listrik mikrohidro berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kebanggaan internal PTNU juga terpancar lewat penghargaan bagi Achmad Syafiuddin, Ph.D. dari Unusa, yang berhasil mempertahankan posisinya dalam daftar Top 2% World’s Most Influential Scientists versi Stanford University selama lima tahun berturut-turut.
BACA JUGA:Unitomo Surabaya Resmi Luncurkan Program Doktor Ilmu Hukum
Sementara itu, gelar Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat dianugerahkan kepada Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA., mantan Mendikbud RI, atas jasa besarnya dalam meletakkan fondasi kebijakan pendidikan nasional.
Sumber:




