SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Nama Lia Istifhama kini semakin dikenal bukan hanya sebagai anggota DPD RI vokal, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia literasi.
Putri dari tokoh Nahdlatul Ulama Jatim alm KH Maskur Hasyim ini, membuktikan bahwa kesibukannya sebagai senator dan penggerak sosial tidak menghalanginya untuk terus berkarya lewat tulisan.
BACA JUGA:Sengkarut Kasus Nenek Elina Senator Lia Istifhama Minta Polda Periksa Notaris
Mini Kidi--
Bagi perempuan kelahiran 12 Februari 1984 ini, menulis bukan sekadar hobi, melainkan kebutuhan untuk menebar manfaat.
"Menulis bagi saya adalah cara terbaik untuk mengabadikan pemikiran dan berbagi energi positif. Melalui tulisan, kita bisa menyentuh hati banyak orang tanpa harus bertatap muka secara langsung," ujar Lia, Rabu, 31 Desember 2025.
Kecintaan Lia pada dunia tulis-menulis telah membuahkan berbagai karya buku yang mencakup isu sosial, agama, hingga motivasi. Beberapa judul buku yang telah diterbitkannya antara lain Before After Tsunami Aceh: Trilogi dan Tragedi (2005), Resiliensi Korban Pelecehan Seksual: Sudut Pandang Sosial dan Ekonomi Islam (2019), Hikmah Ramadhan: Penelusuran Hadis (2020).
BACA JUGA:Jatim Raih Dua Penghargaan Naker Award 2025, Lia Istifhama Apresiasi Konsistensi Produktivitas
Lalu, Beda Agama Hidup Rukun (2020), Berkisah Tentang Hati (2022), dan Membingkai Pendidikan Bangsa (2022).
Lia percaya bahwa tulisan adalah warisan yang tidak akan lekang oleh waktu. Karenanya, ia meneguhkan diri untuk tidak akan pernah berhenti menulis.
“Saya ingin setiap kata yang saya rangkai mampu menjadi inspirasi dan pengingat akan kebaikan bagi siapa saja yang membacanya," tuntas Wakil Rakyat Terpopuler versi ARCI ini. (bin)